LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Ustaz Adi Hidayat (UAH) memberikan respons terhadap sebuah unggahan di
Facebook yang menampilkan acara
bedah buku dengan wajah para pembicaranya diganti menjadi wajah anjing.
Unggahan tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan acara
bedah buku yang menghadirkan
UAH bersama sejumlah pembicara di Masjid Al-Furqan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pada 3 Oktober 2026.
Baca juga: Ustaz Adi Hidayat Sentil Pemerintah Lewat Analogi Imam Shalat, Warganet Soroti Isi PesanAcara
bedah buku dan kupas tuntas tentang Syaikh Albani itu dihadiri pembicara seperti
UAH, Gus Ajir Ubaidilah, M Fuad Abdul Wafi (Gus Wafi), Ustadz Muhammad Nurddin, dan Ustaz Faris Baswedan.
Melalui akun Instagram pribadinya,
UAH menyinggung kesamaan tata letak tempat duduk, jumlah pemateri, hingga durasi acara yang disebut berlangsung selama empat jam.
Dalam unggahannya, UAH membuka pernyataan dengan menyapa para pengikutnya sekaligus menanyakan apakah ada yang mengetahui acara
bedah buku yang ditampilkan dalam unggahan
Facebook tersebut.
“Barangkali di antara sahabat ada yang mengetahui acara bedah buku ini?” tulis
UAH.
Ia kemudian menyoroti kemiripan tata letak acara tersebut dengan kegiatan bedah buku yang pernah diikutinya di Masjid Al-Furqan UPI.
“Ingin sekali rasanya menyimak
Power Rangers bedah buku. Apalagi
layout tempat duduknya mirip sekali dengan tempat bedah buku kami di Masjid Al-Furqan UPI, saat itu,” tulisnya.
UAH juga menyinggung unggahan yang menampilkan sekelompok figur dengan wajah hewan sebagai pemateri. Menurutnya, jumlah pembicara dan durasi kegiatan dalam unggahan tersebut juga serupa dengan acara di UPI.
“Yang ajaib, ada juga sekelompok jelmaan hewan yang mengadakan bedah buku. Jumlah ‘pemateri’ dan durasi kajiannya pun sama dengan yang berlangsung di UPI, 4 jam,” lanjutnya.
Baca juga: Maulid Nabi 1448 H, Ustaz Adi Hidayat Soroti Indonesia, UAS dan Das'ad Latif Bicara soal PenguasaUAH Singgung MURI dan Bareskrim PolriDalam unggahan yang sama, UAH menyampaikan bahwa jika kedua acara tersebut benar-benar terjadi, ia berharap fenomena itu dapat dicatat sebagai kejadian unik.
“Bila memang dua event ini terjadi, MURI harus mencatat dan merekomendasikannya ke
Guinness Book of Records,” tulisnya.
Namun, jika acara yang ditampilkan dalam unggahan Facebook tersebut tidak ditemukan, UAH menyebut Bareskrim Polri dapat membantu melakukan pelacakan. Ia juga menandai akun @bareskrim dalam unggahannya.
“Bila tidak ditemukan, barangkali Bareskrim Polri dapat membantu melacaknya,” tulis UAH.
UAH menutup unggahannya dengan ucapan terima kasih kepada para pengikutnya dan berharap mereka dapat beristirahat dengan baik.
Isi Unggahan Facebook yang Menjadi SorotanSebelumnya, akun Facebook Fatarudin Tilawa Termawut mengunggah tulisan yang menggambarkan lima ekor anjing menggonggong selama empat jam. Tulisan tersebut juga memuat kritik keras terhadap sejumlah pihak yang disebut berkaitan dengan pembahasan hadis dan dakwah Islam.
Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Yang Dikenal Lautan Ilmu Resmi Bergabung sebagai Dosen Tetap di Pascasarjana UPIUnggahan itu antara lain menyebut para figur yang disindir sebagai pihak yang dianggap tidak memahami persoalan, tidak adil dalam menyampaikan informasi, serta memilih referensi secara tebang pilih.
Meski demikian, tulisan tersebut merupakan pernyataan dari pemilik akun Facebook dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terverifikasi.
Kemiripan visual antara unggahan Facebook dan acara bedah buku di Masjid Al-Furqan UPI menjadi hal yang disoroti UAH dalam responsnya. Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan tambahan yang memastikan identitas pembicara dalam unggahan Facebook tersebut maupun siapa yang membuat perubahan wajah pada gambar yang beredar.
(est)