LANGIT7.ID-, Jakarta - - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra memberi tanggapannya terkait isu penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri atas dugaan kasus penyadapan.
Yusril mengatakan, hal tersebut baru sebatas rumor. Ia sendiri mengaku baru mengetahui kabar ini dari media sosial maupun berita yang beredar.
"Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu rumor yang beredar di media sosial. Sampai saat ini saya belum mendapat konfirmasi atas rumor yang berkembang," jawab Yusril saat diminta konfirmasi kebenaran isu yang berkembang, melansir video wawancara KompasTV, Selasa (3/11/2026).
Baca juga: Beredar Isu Jenderal Bintang Empat Inisial L, Salah Satu yang DitangkapIa mengimbau agar publik bersabar menunggu konfirmasi kebenaran isu tersebut dari pihak pemerintah yang berwenang.
"Mohon bersabar nanti ada kalangan pemerintah yang menjawab persoalan ini. Saya belum tahu yang terjadi, nanti kita akan tunggu saja akan ada keterangan resmi dari pejabat yang punya otoritas untuk menjelaskan," ujarnya.
Kemudian saat ditanya kembali perihal apakah benar bahwa isu penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri itu lantaran terkait dugaan penyadapan yang dilakukan terhadap pejabat tinggi negara, Yusril menjawab, "Saya sama seperti Anda mendengar kabar itu membaca di media sosial jadi belum dapat memastikan apa-apa."
Yusril juga mengaku belum ada komunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait hal ini. "Belum (komunikasi dengan Presiden) sama sekali," pungkas Yusril.
Kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi hingga jenderal bintang empat kepolisian atas dugaan kasus penyadapan mencuat. Belum diketahui jelas mengenai identitas polisi tersebut, namun isu yang beredar seorang Jenderal Polisi bintang empat inisial L menjadi salah satu dari sejumlah polisi yang ditangkap.
Baca juga: Isu Jenderal Ditangkap Soal Penyadapan, Ini Respons Mabes PolriDiberitakan sebelumnya, pihak Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri menangkap para petinggi Polri, Selasa (3/11/2026) pada sekira pukul 01.00 hingga 03.00. Isu yang beredar, penangkapan ini terkait isu penyadapan secara terkoordinasi terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sekretaris Kabinet Teddy.
Ketika dikonfirmasi ke Mabes Polri, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir tidak mengiyakan dan juga tidak memberi bantahan secara tegas tentang kabar penangkapan petinggi Polri yang dikaitkan dengan isu tersebut.
Ia hanya mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan terkait proses evaluasi internal. "Nanti kami cek proses evaluasinya ya, seperti itu," ujar Isir kepada awak media, mengutip AFU, Selasa (3/11/2026).
Meski begitu, beredar kabar mengenai sejumlah nama yang turut terseret dalam pusaran isu yang tengah hangat ini. Mulai dari perwira tinggi berinisial L, Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Mabes Polri Irjen Pol Ahrie Sonta, Irjen Pol Eko Hadi Santoso, hingga Kombes Pol Ferly Hediyat.
(lsi)