LANGIT7.ID, Bogor - Uda Irman merintis bisnis sepatu dari rumah di pertengahan tahun 2000. Ia merupakan pegawai toko sepatu saat itu. Mulai mempelajari seluk-beluk bisnis dalam bidang sepatu dan memutuskan untuk memulai usaha sendiri.
Berbekal pengalaman, informasi dan eksperimen untuk desain sepatunya, Uda Irman mendapatkan respon yang positif. Sehingga ia memberanikan diri untuk memulai bisnisnya.
Namun, enam tahun berjalan, bisnisnya tumbang akibat kurangnya pengetahuan terkait strategi bisnis terhadap produknya dengan brand Pollenzo. Pengetahuan soal ruang lingkup bisnis sepatu tidak dibarengi dengan pengetahuan terkait strategi pemasaran yang menyebabkan bisnisnya harus terjun bebas di pasaran.
Belajar dari kesalahan, mulai akhir tahun 2015 Uda Irman memulai kembali usaha dengan merambah dunia digital. Tidak mulus perjalanannya. Ia mengaku saat itu baru belajar memasarkan produknya di
marketplace dan memiliki keterbatasan pengetahuan.
“Sambil belajar meski tidak paham betul dengan media sosial. Biar pun hanya satu sampai tiga pesanan per hari tetap saya packing,” kata dia dalam webinar, Selasa (13/7).
Setelah belajar dan tanya sana-sini, Uda Irman mendapatkan pengetahuan dari temannya yang memasarkan produk mereka di
e-commerce Shopee. Terus berselancar di
marketplace selama kurang lebih lima tahun, Pollenzo yang tadinya hanya bisnis rumahan berkembang hingga memiiki tiga gudang di Bogor.
“Memulai usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan, harus ada proses, kesabaran dan konsisten untuk fokus pada tujuan. Perbandingan dari awal buka sampai sekarang penjualan saya sudah naik 20 kali lipat,” katanya.
Uda Irman mengaku, usahanya sangat terbantu dengan adanya
marketplace. Beberapa program yang diikutinya saat bergabung di
marketplace membuatnya bisa menggali potensi yang ada pada usahanya.
Pollenzo mendapatkan pesanan ekspor pada dua tahun lalu. Setelah Singapura dan Malaysia pesanan ekspor yang diterimanya juga sudah mencapai Thailand.
“Ini menjadi motivasi untuk saya yang dari Ciomas, Bogor kini sudah mencapai dunia. Jadi membuat saya berpikir untuk terus menciptakan model sepatu baru agar dapat dipercaya, sekaligus membuktikan barang produksi dalam negeri tidak kalah berkualitas,” ujarnya.
Ia berharap, ini dapat terus berkembang dan keluar dari zona nyaman agar tidak berpuas diri dari capaiannya saat ini. Ia mengajak pedagang lokal menggunakan
marketplace sebagai sarana pemasaran mereka untuk bisa menggali potensi yang ada, bahkan mampu bersaing dengan kompetitor dengan produk kekinian.
(zul)