Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home home & garden detail berita

Seperti Apa Seharusnya Posisi Toilet Berdasar Tuntunan Islam?

Dwitisya Rizky Desindatika Kamis, 14 April 2022 - 12:55 WIB
Seperti Apa Seharusnya Posisi Toilet Berdasar Tuntunan Islam?
Ilustrasi toilet. Foto: Architectural Digest
LANGIT7.ID - Kamar mandi atau toilet menjadi bagian di dalam rumah yang tidak boleh disepelekan desain dan tatanannya, terlebih untuk umat Islam.

Kamar mandi dan tempat sejenisnya berfungsi untuk bersuci, mulai membersihkan diri, hingga buang hajat. Sementara bagi umat Islam bersuci atau thaharah adalah penting dan bagian dari perintah agama lantaran termasuk amalan wajib terkait salah satu syarat shalat yakni suci bebas dari hadas dan najis.

Prinsip-prinsip hukum dan ilmu fikih bersuci dapat dijadikan acuan dan landasan dalam perancangan kamar mandi berdesain islami.

Berikut adalah beberapa hal yang berhubungan dengan adab Islam dalam mengatur tata letak kamar mandi dan toilet yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Letak posisi kamar mandi

Memposisikan kamar mandi untuk tidak dekat dengan dapur, karena aroma dari kamar mandi dikhawatirkan akan mengganggu selera makan. Posisi toilet juga sebaiknya tidak terlalu dekat dengan ruang tamu demi mencegah aurat yang terlihat oleh tamu yang bukan mahram.

2. Arah Kloset

Islam memiliki satu arah yang disucikan yaitu arah kiblat. Arah ini digunakan untuk pedoman salat dan ibadah inti yang lain. Karena itu arah wc sebaiknya memang tidak menghadap ke kiblat. Bahkan sebaiknya kloset juga tidak dibuat ke arah membelakangi kiblat. Ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena jangan sampai arah yang suci ini digunakan untuk arah membuang hajat.

عن ﺃﺑﻲ ﺃﻳﻮﺏ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ (ﺇﺫا ﺃﺗﻴﺘﻢ اﻟﻐﺎﺋﻂ ﻓﻼ ﺗﺴﺘﻘﺒﻠﻮا اﻟﻘﺒﻠﺔ ﻭﻻ ﺗﺴﺘﺪﺑﺮﻭﻫﺎ ﺑﺒﻮﻝ ﻭﻻ ﻏﺎﺋﻂ ﻭﻟﻜﻦ ﺷﺮﻗﻮا ﺃﻭ ﻏﺮﺑﻮا) ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ
Dari Abu Ayyub RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jika kalian buang air jangan menghadap ke kiblat atau membelakanginya dengan kencing dan buang air besar, tapi menghadaplah ke timur atau barat". (HR Bukhari dan Muslim).

3. Tempat wudhu

Memisahkan tempat wudhu dan kamar mandi untuk buang hajat lebih diutamakan. Untuk rumah yang memiliki tempat terbatas tempat wudhu memang sekaligus di dalam kamar mandi, hal tersebut tidak masalah.

Menurut ahli ilmu fiqih, Ustadz Habib Syauqi Al Haddad, seperti dikutip dari channel resmi Nahdatul Ulama , jika memungkinkan lebih baik berwudhu di luar kamar mandi. Namun bila terpaksa maka berwudhu di kamar mandi atau toilet maka hukumnya mubah atau boleh

"Sekarang seumpama rumah kita sempit, tidak ada tempat wudhu kecuai di kamar mandi itu diperbolehkan. Selagi kita tidak melihat najis tersebut, terciprat ke baju kita atau anggota tubuh kita," tuturnya

Pertimbangan pemisahan selain berbeda fungsi dan tingkat kepentingan juga membagi kadar najis di setiap tempat. Dengan penerapan rancangan tersebut diharapkan kamar mandi atau wc di dalam rumah mendukung ibadah yang dilakukan dan menjadikan penghuninya insan yang suci lahir dan batin.

4. Toilet tamu

Langkah lain yang harus diperhatikan adalah dengan memisahkan kamar mandi tamu dan kamar mandi keluarga. Ini sangat penting untuk diterapkan terutama jika Anda sering menerima tamu di rumah.

Kamar mandi keluarga bersifat sangat pribadi, terutama bila ada anggota keluarga perempuan usia akil baligh, sehingga jangan sampai banyak orang luar yang masuk.

Kamar mandi tamu bisa digunakan secara khusus untuk tamu saja sehingga tamu juga merasa nyaman. Letak dan posisi toilet dan keluarga juga harus terpisah sehingga tidak mengganggu aktifitasnya.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)