LANGIT7.ID - , Jakarta - Menyusui anak dengan air susu ibu (ASI) mempunyai banyak sekali manfaat untuk tumbuh kembang anak. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan seorang untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga bayi berusia dua tahun.
Sama hal nya dengan tuntunan dalam Islam yang sudah dicatat 14 abad yang lalu dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi:
وَالْوَالِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَ ۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗوَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya: "Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah: 233).
Baca juga : Bersantai Sambil Mengais Ilmu di Taman Edukasi Salam DayatDalam Al-Quran ternyata sudah dijelaskan bahwa menyusui anak hendaknya sampai dua tahun penuh agar sempurna. Dalam ayat diatas juga dijelaskan seorang ibu boleh menyapih anaknya walaupun kurang dari dua tahun, yang penting ada persetujuan dari suami dan para ahli seperti dokter, bidan atau orang tua yang sudah lebih mengerti.
Namun ada juga sebagian anak yang justru susah untuk disapih kendati sudah melewati dua tahun, bahkan jika dibiarkan bisa berlanjut sampai bertahun-tahun.
Menurut Psikolog Intan Erlita, ada beberapa tahap menyapih dengan cara yang baik dan menyenangkan hingga tak menimbulkan trauma pada anak.
Pertama yang harus dilakukan dengan mengajak bicara dengan penuh kasih sayang pada anak. Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia anak.
"Menyapih menjadi sulit karena ada ketakutan dari anak, takut kedekatan atau kelekatan kepada ibunya selama ini akan hilang." terang Erlita.
Saat hendak menyapih anak, ajarkan minum dengan cara lain seperti menggunakan gelas atau sedotan. Kenalkan pada anak, bahwa meminum susu tidak harus langsung dari payudara ibu.
"Jadi jika ingin 2 tahun pas, 2 bulan sebelumnya sudah coba dikenalkan cara minum lain, yang tidak langsung sama ibunya," katanya.
Alihkan anak dengan kegiatan lain jika hendak ingin menyusui. Awal-awal pasti akan kesulitan, tapi cobalah terus sampai anak lupa.
"Jadi kalau misalnya anak sudah mulai ingin menyusu maka alihkan anak agar bisa melupakan itu." Ucap Erlita.
Umumnya anak-anak akan rewel pada saat mau tidur. Karena terbiasa sambil menyusu kepada ibunya langsung, maka baru bisa tidur.Ganti kebiasaan tersebut agar anak bisa tidur tanpa menyusui.
Baca juga : Alami Gesekan dengan Ibu Mertua? Begini Adabnya dalam Agama"Maka pastikan anak kenyang sebelum tidur, kemudian alihkan juga anak dengan diusap-usap diberikan dongeng, cerita atau ditepuk-tepuk." kata Erlita.
Intinya, ada kegiatan lain sebelum tidur sebagai pengganti kegiatan menyusu kepada ibunya. Hindari menyapih dengan cara menakuti-nakuti misalnya dengan ada darah atau semacamnya, dikhawatirkan akan menimbulkan trauma pada anak hingga mereka besar nanti.
"Jika seperti itu, menyapihnya berhasil tapi meninggalkan trauma sampai besar nanti. Menyapihlah dengan kasih sayang, menyapihlah dengan cara yang benar." tutupnya.
(est)