LANGIT7.ID, Jakarta - - Banyak cerita yang menggambarkan ketidakakurann antara ibu mertua dengan menantu perempuan. Tak hanya ada di film atau sinetron saja, konflik ibu mertua dan mantu perempuan pun banyak ditemui din kehidupan nyata.
dr. Sara Elise Wijono M.Res dalam laman klikdokter mengatakan, "Tiga dari empat pasangan mengaku bentrok dengan mertua. Menariknya, hanya 15 persen konflik terjadi antara menantu pria dengan ibu mertuanya."
Selanjutnya, survei terkini menunjukkan bahwa 60 persen menantu wanita merasa tidak bahagia akibat pergesekan ini. Di sisi lain, ibu mertua sering merasa dikucilkan dari kehidupan anaknya oleh menantu wanita akibat masih merasa ‘berhak’ dalam kehidupan anak laki-lakinya. Tak hanya berhenti di situ, ibu mertua terkadang merasa khawatir kehidupan anaknya tidak sebaik saat sebelum menikah.
Menurut psikolog Intan Erlita M.Psi pergesekan yang terjadi antara ibu mertua dan menantu perempuan memang kerap sekali terjadi, faktor utamanya adalah sesama perempuan.
"Perempuan itu ingin diperhatikan. Ibu ingin diperhatikan oleh anaknya, istrinya pun begitu. Ibu ingin dianggap menjadi nomor satu bagi anak laki-lakinya, istrinya pun begitu". ujarnya saat dihubungi Langit7 pada Ahad (31/10/2021).
Intan pun menyimpulkan jika masing-masing masih memiliki ego dengan hal diatas, maka akan sering terjadi tabrakan dan gesekan. Hal ini tentu akan membuat bingung suami yang berada di tengah-tengah.
Baca juga : Sahkah Perkawinan Tanpa Restu Orang Tua?"Intinya adalah perempuan memiliki rasa cemburu dan rasa memilikinya yang tinggi." Imbuhnya.
Untuk mengurangi pergesekan itu, berikut adab yang baik sebagai seorang menantu perempuan terhadap ibu mertua.
1. Memperlakukan orang tua seperti orang tua sendiri.Mertua adalah orang yang paling berjasa, karena sudah membesarkan seorang anak yang saat ini menjadi pasangan hidup.
Walau bukan orangtua sedarah, namun bagi menantu hendaknya memperlakukan kedua mertua layaknya orangtua sendiri.
Maka dari itu, perlu sekali beradaptasi dengan proses yang mesti ditempuh oleh setiap pasangan suami istri. Terlebih sifat-sifat mertua tentu berbeda dengan orang tua kandung.
2. Selalu bersikap baik dan tidak kasarMertua harus anggap sebagai orang tua sendiri, sehingga dilarang berkata kasar dan wajib bersikap baik, seperti yang dicatat dalam Quran surat Al Isra ayat 23 yang berbunyi.
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya : "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS. Al-Isra : 23)
Pengamalan dari ayat ini tentu akan membuat pergesekan antara mertua dan menantu perempuan semakin kecil.
3. Mendekatkan anak dengan mertua yang juga kakek neneknya.Kewajiban menantu selanjutnya adalah, mendekatkan anak-anak kepada kakek neneknya.
Melakukan hal yang demikian akan membuat mertua senang, sehingga melupakan ketidaksukaannya kepada menantu.
Tujuan selanjutnya adalah agar hubungan silaturahim tidak terputus. Karena jika mertua sudah kesal, kemudian menantu tidak berupaya mendekatkan anak-anak justru malah menjauhkan, sedangkan punya kuasa terhadap anak-anak, maka hubungan silaturahim bisa terancam. Hal demikian sangat dilarang dalam Islam, seperti disebutkan dalam surat Muhammad ayat 22.
فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ
Artinya : "Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" (QS. Muhammad: 22)
Baca juga : Tips untuk Suami Istri agar Rumah Tangga Tetap Harmonis4. Memberi rezeki kepada mertuaJika ada rezeki lebih, hendaknya menantu memberikannya kepada mertua. Rezeki ini tidak selalu berbentuk uang, bisa juga berbentuk makanan, hadiah atau sekedar diajak jalan-jalan berwisata.
Hal yang demikian akan membuat keharmonisan antara hubungan mertua dan menantu perempuan.
5. Memberikan doa untuk mertuaAdab selanjutnya adalah mendoakan mertua layaknya mendoakan orang tua sendiri. Berdoa bisa dilakukan setiap setelah selesai sholat.
Jika masih hidup doakan mulai dari mendoakan kesehatannya rezeki dan umurnya yang berkah. Sedangkann bila sudah meninggal hendaknya doakan agar amalnya diterima dan diampuni segala dosanya.
(est)