Langit7, Jakarta - Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) memberikan penghargaan
Young Scientist Award, khususnya di bidang penelitian Entomologi.
Penghargaan itu diraih oleh Nadzirum Mubin yang merupakan salah satu peneliti muda Departemen Proteksi Tanaman, IPB University mewakili PEI Cabang Bogor. Dalam hal ini nadzir membawakan paparan materi tentang pengaruh ketertarikan dan kematian lebah klanceng (
tetragonula laeviceps) terhadap dua jenis insektisida.
Menurutnya, insektisida berbahan aktif
spinetoram memberikan tingkat ketertarikan lebih dari 70 persen pada pengujian
olfactometri. Namun demikian, pada pengujian topical, insektisida ini memberikan tingkat kematian sebesar 100 persen pada 48 jam setelah pengamatan (JSP).
“Hal ini menjadi dua sisi yang bertolak belakang, karena lebah memberikan tingkat ketertarikan yang tinggi pada suatu jenis insektisida, tetapi lebah mengalami kematian ketika terkena insektisida tersebut,” terangnya.
Baca juga: Mochtar Kusumaatmadja, Diplomat Ulung dari Keluarga PesantrenDosen muda IPB University itu menyebut, untuk menghasilkan satu kilogram madu, lebah harus berkunjung ke 5,7 juta bunga. Dengan demikian, ketika tanaman terkontaminasi cairan insektisida, maka akan memberikan dampak bahkan dapat menyebabkan kematian pada lebah.
“Kajian tentang dampak buruk insektisida terhadap serangga hama sudah umum dilakukan pengujian, akan tetapi dampaknya terhadap serangga bermanfaat (
beneficial insect) belum banyak dikaji khususnya di Indonesia. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk dilakukan riset dengan skala yang lebih luas,” tambahnya.
Baca juga: Buya Hamka Tak Hanya Ulama dan Sastrawan tapi juga Pejuang KemerdekaanSebagai informasi, kegiatan ini bertujuan memberikan panggung bagi peneliti muda agar berani tampil dan lebih dikenal oleh masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan
Young Scientist Award ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai cabang di PEI. Sebanyak 10 peneliti muda dikirimkan untuk berpartisipasi dalam ajang ini yaitu PEI cabang Makassar, Malang, Purwokerto, Bandung, Bogor, Palembang dan Padang.
Selain itu, kompetisi kali ini melibatkan sebanyak 13 ketua PEI Cabang dalam penilaian para peneliti muda. Penilaian dilakukan berdasarkan cara penyajian, kedalaman materi, bahan presentasi, ketepatan waktu, dan cara menjawab dalam diskusi.
(zul)