LANGIT7.ID, Kab. Lombok Barat - Sesaot merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Sesaot merupakan bagian dari jalur geowisata yang berkaitan erat dengan pembuatan jalur pendakian Sasak Kuno menuju Gunung Rinjani.
Desa Wisata Sesaot berjarak 40,5 kilometer dari Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid atau sekitar 1 jam 15 menit perjalanan. Desa ini tersusun oleh batuan gunung api dari komplek gunung api purba Punikan, dan komplek gunung api Rinjani yang kaya akan potensi alam.
Sahabat Langit7 dapat menemukan berbagai obyek wisata menarik di Desa Sesaot, salah satunya Wisata Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas) seperti Taman Miring (Tamrin). Taman ini memiliki tingkat kemiringan sekitar 45 derajat menjadi tempat kongkow, bersantai di gazebo, hingga menyediakan spot foto kekinian.
Baca juga:
Desa Adat Wae Rebo, Land on The Sky di FloresObyek wisata lainnya yang tak kalah memanjakan mata ialah adanya beberapa air terjun yang terdapat didalam kawasan hutan Sesaot. Mulai dari Air Terjun Tibu Sendalem, Air Terjun Tembiras, dan Air Terjun Tibu Goa.
Sahabat Langit7 bisa memuaskan diri bermain air yang amat jernih dan segar hingga berenang di area air terjun. Obyek wisata lainnya yang bisa ditemukan ialah Camping Ground Vetong Hill dan Bukit Khasri.
Tak hanya wisata alam, Desa Sesaot juga memiliki ragam atraksi seni dan budaya dengan kearifan lokal yang masih terjaga seperti Gendang Beleq dan Pembayun. Pembayun merupakan salah satu adat budaya masyarakat Lombok, dan tradisi turun-temurun ini biasa dilangsungkan saat acara serah terima lamaran dalam pernikahan.
Sahabat Langit7 tidak boleh ketinggalan untuk mencicipi kuliner di Desa Sesaot. Salah satu makanan khas Sasak di Pulau Lombok ialah Sate Bulayak.
Baca juga:
Pesona Desa Wisata Senaru di Kaki Gunung RinjaniDi sektor Kriya, Desa Sesaot juga memiliki produk anyaman rotan yang dibuat oleh masyarakat setempat menjadi alat-alat pelengkap rumah tangga seperti keranjang, tas kecil, tatakan gelas, tempat tisu, serta produk anyaman tali seperti tali gantung untuk pot bunga, tas-tas kecil, dan gelang-gelang dari rajutan.
Bagi yang ingin mengunjungi Desa Wisata Sesaot di masa pandemi Covid-19 tidak perlu khawatir. Sebab, Desa Sesaot sudah memenuhi standar protokol kesehatan yang berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE).
Sebagai informasi, Desa Wisata Sesaot masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Menparekraf Sandiaga Uno juga memberikan apresiasi Desa Sesaot karena mengusung konsep pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism).
(sof)