LANGIT7.ID, Yogyakarta - Kasus harian Covid-19 di Sleman hingga Jumat (12/11/2021) kembali terjadi. Dilaporkan, ada 3 klaster baru muncul, yaitu klaser takziah Sedayu, industri rumahan tahu di Dusun Somodaran, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon, Gamping dan klaster Nogotirto, Kapenewon Gamping, Sleman.
Untuk klaster Sedayu, tercatat ada 85 orang positif tersebar di 7 Kapanewon (Moyudan, Minggir, Gamping, Godean, Depok, Seyegan dan Ngaglik). Sedangkan klaster industri rumahan tahu, ada 12 orang yang positif dan Klaster Nogotirto ada 4 orang yang positif.
Kapala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama mengatakan klaster takziah Sedayu berawal saat ada guru yang meninggal diduga karena suspect Covid-19. Jenazah dimakamkan tanpa prosedur Covid-19. Belakang diketahui yang bersangkutan meninggak karena positif Covid-19 dan langsing dilakukan tracing ke sekolah guru tersebut.
Dari klaster ini, diketahui 69 orang yang mengikuti takziah positif Covid-19. Setelah dilakukan tracing, bertambah menjadi 5 orang lagi yang positif. Tak berhenti disini, tracing berikutnya terindikasi ada 11 orang yang positif. Total klaster takziah Sedayu menjadi 85 orang,
“Untuk klaster takziah Sedayu sudah diclose,” katanya, Jumat (12/11/2021).
Baca juga:
Kemenkes: 81.711.099 Penduduk Indonesia Telah Divaksin LengkapKlaster industri rumahan tahu di Somodaran, Banyuraden, Gamping, berawal saat ada satu orang tidak enak badan, kemudian periksa ke Puskesmas Gamping II, hasilnya positif Covid-19. Kemudian dilakukan ditracing ternyata ada 11 orang yang positif Covid-19. Sehingga totalnya ada 12 orang positif.
Dari hasil tracing tersebut, rinciannnya 9 orang dalam satu rumah yang berisi 3 keluarga dan 3 orang pekerja dari Kulonprogo.
“Namun untuk sumber penularannya belum diketahui,” jelasnya.
Untuk klaster Nogotirto, merupakan klaster keluarga. Berawal saat ada satu orang yang tidak enak badan memeriksa ke Puskesmas hasilnya positif, selanjutnya dilakukan tracing kontak erat bertambah 3 orang yang masih satu kaluarga.
Sama halnya dengan yang di Somodaran, yang di Nogotirto terpapar dari mana juga belum diketahui .
“Untuk mencegah terjadinya penularan, ada yang melakukan isolasi terpadu (isoter) dan ada yang isolasi mandiri (isoman),” paparnya.
Baca juga:
Kasus Covid-19 Turun, Geliat Usaha Tanaman Hias Kian LesuCahya menghimbau dengan munculnya klaster ini, Satgas Covid-19 di wilayah kembali mengintensifkan komunikasi resiko covid dan menerapkan protokol kesehatan (prokes), memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau handsanitizer dan menjaga jarak serta yang belum vaksin segera melakukan vaksin.
“Untuk itu perlu koordinasi lintas sektor untuk penyisiran warga yang belum divaksin, terutama anak usia 12-17 tahun, kormobid, ibu hamil dan lansia,” terangnya.
Selain itu, juga meningkatkan koordinasi dari Satgas Penangganan Covid-19 untuk melakukan pemantaun di tempat publik, sekolah yang menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) sekaligus persiapan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diharapkan dengan selalu menerapkan prokes, dapat mencegah dan menghambat terjadinya gelombang 3 Covid-19.
Menanggapi munculnya tiga klaster Covid di Sleman tersebut, Bupati Sleman Kustini menyampaikan keprihatinannya. Pasalnya, Pemkab Sleman saat ini tengah berupaya menurunkan penyebaran Covid-19 dengan berbagai cara.
"Tentu ini jadi keprihatinan bersama. Di saat kita sudah berhasil menurunkan level (PPKM), tetapi justru mulai muncul klaster-klaster baru yang tidak kita inginkan," ungkap Kustini saat dikonfirmasi, Jum'at (12/11).
Kasus Covid-19 di Sleman hingga Kamis (11/11/2021), terkonfirmasi ada 54.704 kasus. Rinciannya 309 kasus aktif (dirawat di rumah sakit 47 kasus, isoter 8 kasus, isoman 254 kasus). Kemudian sembuh 51.993 kasus, meninggal 2.402 kasus.
(sof)