LANGIT7.ID - - Apakah Sahabat Langit7 menderita diabetes? Atau orang terdekat Anda yang terkena diabetes? Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Uni Emirat Arab (UEA), aktivitas fisik dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan menurunkan risiko penyakit jantung dan kerusakan saraf, seperti dikutip dari situs resminya, Sabtu (13/11/2021).
Selain itu, manfaat tambahan dari aktivitas fisik adalah dapat mempertahankan berat badan yang sehat, menurunkan berat badan bagi penderita obesitas, merasa bahagia, tidur jadi lebih nyenyak, dapat meningkatkan memori, mengontrol tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, dan meningkatkan kolesterol baik.
Baca juga: Porang Suplemen Bagi Penderita Diabetes dan ObesitasNamun ada beberapa hal khusus yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes, dengan cara berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapat solusi aktivitas fisik terbaik bagi Anda yang menderita diabetes. Pastikan juga, Anda menyukai kegiatan yang musti dijalani, mulai dari persiapannya hingga apa yang harus dihindari.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa dijalankan penderita diabetes.
1. Minum banyak cairan selama aktivitas fisik untuk mencegah dehidrasi.
2. Pastikan untuk memeriksa gula darah sebelum melakukan aktivitas fisik, terutama jika menggunakan suntik insulin.
3. Lakukan uji urin untuk keton, yang merupakan zat yang diproduksi saat tubuh memecah lemak untuk energi. Kehadiran keton menunjukkan bahwa tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengontrol gula darah Anda.
Jika aktif secara fisik ketika memiliki kadar keton yang tinggi, Anda berisiko mengalami ketoasidosis, komplikasi diabetes serius yang memerlukan perawatan segera karena mengganggu metabolisme yang mengancam jiwa.
4. Kenakan kaus kaki katun dan sepatu kets yang pas dan nyaman.
Baca juga: Studi Sebut Rutin Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Diabetes5. Setelah Anda menyelesaikan aktivitas fisik Anda, periksa efeknya pada kadar glukosa darah Anda.
6. Setelah aktivitas fisik, Sahabat Langit7 bisa periksa kondisi kaki, apakah ada lecet, iritasi, luka, atau cedera lainnya. Kemudian hubungi penyedia layanan kesehatan jika cedera tidak mulai pulih dalam dua hari.
(est)