LANGIT7.ID, Jakarta - Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, akhirnya mendapatkan gelar profesor atau guru besar. Gelar profesor sangat berarti bagi pria kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 itu. Pasalnya, dia sudah menanti selama 28 tahun.
Gelar tersebut berdasarkan surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 71083/MPK.A/KP.05.01/2021 Tanggal 19 Oktober 2021 tentang Kenaikan Jabatan Akademik fungsional dosen. Sebagai Profesor, Kak Seto raih gelar guru besar di bidang ilmu Psikologi.
Penyerahan SK menteri itu dilaksanakan di ruang aula lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/11/2021). Prosesi itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerjasama dari Universitas Gunadarma, Prof Didin.
“Kak Seto prosesnya sudah lama dan tetap kita beri semangat dengan berbagai pihak dan ini menjadi kebanggan bagi Fakultas Psikologi dan ini Guru besar yang kedua bagi Universitas Gunadarma," ucap Prof Didin.
Kak Seto sudah memimpikan menjadi guru besar di bidang ilmu psikologi sejak 1993. Ia melewati jalan terjal dengan penuh perjuangan serta memakan waktu lama. Ia harus melakukan banyak penelitian, studi kasus, dan sebagainya.
“Tentu impian dari setiap dosen meraih jabatan tertinggi sebagai guru besar, dan saya sendiri memimpikan gelar ini sejak saya mendapatkan gelar doktor di Universitas Indonesia (UI) pada 1993. Jadi, dari tahun 1993 sampai 2021 atau 28 tahun saya menantikan gelar ini, sementara saya sudah mengajar dari 1981 atau 40 tahun menunggu,” kata Kak Seto dalam penyerahan kenaikan jabatan akademik fungsional di Gedung LLDIKTI Wilayah III, Jakarta Timur , Senin (15/11/2021).
Baca Juga: Hebat, Para Ulama Ini Tak Hanya Kiai tapi juga Profesor
Sebenarnya, pada 2014, gelar guru besar untuk Kak Seto sudah diusulkan. Dia sudah mempersiapkan orasi ilmiah pengukuhan. Namun ada beberapa kendala sehingga harus direvisi.
Seiring dengan penganugerahan gelar tersebut, Kak Seto berkomitmen akan semakin memperjuangkan hak anak, terutama pendidikan dan kurikulum untuk anak. Dia akan mendukung prinsip merdeka belajar
Mengenal Kak SetoKak Seto merupakan psikolog anak, pembawa acara program anak, dan pemerhati masalah anak-anak. Selain kiprah di dunia pendidikan dan perlindungan hak anak, sosok Kak Seto mendapat pengakuan dari tingkat nasional hingga internasional melalui berbagai penghargaan individu.
Di antaranya, dia mendapat penghargaan dari Sekjen PBB Javier Perez yakni “Peace Messenger Award”, New York pada 1987 dan Orang Muda Berkarya tingkat Dunia di Amsterdam pada 1987.
Pria kelahiran Klaten itu menikah dengan Devina dan dikarunia empat anak. Ia memiliki saudara kembar bernama Kresno Mulyadi (Kak Kresno) yang juga psikolog anak.
Pendidikan Kak SetoKak Seto pernah mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, namun gagal. Ia akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta tanpa dibekali keahlian apapun, terkhusus di dunia kerja. Meski begitu, ia rela bekerja serabutan sembari menanti hasil tes Fakultas Kedokteran pada tahun selanjutnya, tetapi tetap gagal. Kak Seto berpikir tak berjodoh dengan kedokteran. Ia pun memutuskan menjadi mahasiswa psikologi.
Akhirnya ia diterima menjadi mahasiswa di Fakultas Psikologi UI. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi UI pada 1981, Pendidikan S-2 Bidang Psikologi Program Pascasarjana UI pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana UI pada 1993.
Kak Seto memegang jabatan penting di Komnas Perlindungan Anak. Hal tersebut membuat penerima Men’s Obsession Award 2006 itu menjadi tempat pengaduan bagi orang yang menghadapi persoalan anak.
(jqf)