LANGIT7.ID, Jakarta - Umrah disebut juga sebagai ibadah haji kecil. Sebab rukun-rukun dalam umrah hampir sama dengan ibadah haji, kecuali berdiam diri di Padang Arafah tanggal 9 Dzul Hijjah dan melempar jumrah.
Ibadah umrah yang biasanya dilaksanakan kurang lebih 9-12 hari, tentu memerlukan persiapan, terlebih bagi jamaah perempuan yang akan berangkat menunaikan ritual ibadah ini.
Lantas apa saja persiapan umrah bagi seorang muslimah? Apakah persiapannya sama dengan jamaah laki-laki?
Baca juga: Kemenag Sepakati Skema Penyelenggaraan Ibadah Umrah dengan PPIU, Ini IsinyaAnggota Komisi Dakwah MUI Ustadzah Yati Priyati MA, memberikan tips persiapan bagi jamaah perempuan yang akan melaksanakan umrah.
"Pada dasarnya persiapan jamaah perempuan berbeda jauh dengan jamaah laki-laki, hanya ada beberapa perbedaan." kata Priyati,
Berikut persiapan yang harus dilakukan khusus untuk jamaah perempuan, seperti berikut ini:
1. MahramSetiap perempuan yang ingin melaksanakan umrah, pertama kali yang harus disiapkan adalah mahramnya.
Mahram merupakan orang-orang (lawan jenis) yang haram untuk dinikahi seumur hidup karena sebab keturunan, persusuan, atau karena pernikahan.
Prinsip hukum atau ketetapan adanya mahram saat umrah dan haji bukan untuk membatasi kebebasan seorang muslimah menjalankan ibadah. Tetapi, hal itu dimaksudkan untuk menjaga nama baik dan kehormatannya. Di samping juga untuk melindunginya dari maksud jahat dari orang-orang yang hatinya berpenyakit.
Mahram sejatinya harus ada dalam bentuk fisik, namun pemerintah Arab Saudi melonggarkan setiap muslimah yang ingin umrah dan haji dengan penyertaan surat izin bepergian dari mahramnya.
"Seorang istri bisa mendapatkan izin mahram dari suaminya, seorang ibu single parent bisa meminta izin dari anak laki-lakinya, dan seorang anak perempuan bisa meminta izin dengan ayahnya." papar Priyati.
2. Harus tahu ilmunya"Sangat disayangkan jika kita pergi umrah, sudah mahal-mahal tapi kita tidak tahu ilmunya," kata Priyati.
Untuk itu hendaknya jamaah wanita ikuti program manasik haji yang diselenggarakan oleh penyelenggara umrah. Menurut ia, manasik merupakan persiapan yang paling penting untuk diikuti jamaah umrah.
3. Hindari fitnahBepergian selama kurang lebih 9-12 hari ke tanah suci adalah untuk beribadah. Jangan sampai niat yang sudah suci ini akhirnya hancur dengan fitnah.
"Untuk para perempuan, tolong dicatat! Jangan terlalu banyak upload di media sosial." pesan Priyati yang sering memimpin jamaah umrah.
Hal ini berguna untuk menghindari fitnah yang ada, jangan sampai ibadah yang sedang dilakukan hancur karena fitnah dianggap hanya jalan-jalan dan berwisata ke tanah suci.
"Jika niatnya hanya untuk memberi kabar melalui media sosial masih dimaklumi, tetapi jika tujuannya sudah lain, setiap saat upload foto, itu yang berpotensi menimbulkan fitnah." ucap Priyati.
Fitnah yang dimaksud adalah anggapan orang lain di tanah air bahwa mereka tidak sungguh-sungguh dalam beribadah melainkan untuk jalan-jalan saja.
4. Mengurangi volume berbelanjaBelanja atau yang lebih trend disebut shopping merupakan fitrah bagi perempuan, tetapi dalam ibadah umrah jangan sampai intensitasnya melebihi ibadahnya sendiri.
"Saya perempuan, saya juga suka belanja, itu sudah fitrah perempuan, tapi niatkan dari awal untuk tidak memfokuskan kepada shopping," aku Priyati.
"Saya berbicara seperti ini karena di lapangan banyak sekali terjadi." imbuhnya.
Ustadzah Yati, sapaan akrabnya, juga mengingatkan kepada sanak saudara dan rekan-rekan jamaah agar tidak membebani seorang muslimah yang akan pergi umrah dengan daftar belanjaan.
"Saya yakin jika dibebankan untuk dititipi, mereka akan siap," kata Yati. "Tapi tolong janganlah seperti itu."
5. Persiapan waktu haidJamaah muslimah yang ingin umrah, hendaknya menyesuaikan antara waktu haid dengan waktu perjalanan ibadah di Masjidil Haram.
"Sebagai ikhtiar bisa juga minum obat penunda haid. Dan hal ini oleh para ulama diperbolehkan jika niatnya adalah untuk melaksanakan ibadah umrah." jelas Priyati.
Namun jika sudah meminum obat penahan haid dan ternyata masih haid, maka jamaah muslimah tidak perlu khawatir. Sebab nilai pahala umrohnya tetap tidak akan berkurang.
"Sudah ikhtiar, tapi tetap ditakdirkan haid oleh Allah, maka pahala umrahnya tetap didapat dari niat diawal." terangnya.
"Sedangkan pahala tambahan penggantinya bisa ganti dengan dzikir dan sedekah disana." pungkasnya.
(est)