LANGIT7.ID, Kab. Lombok Tengah - Menjelang berlangsungnya perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, 19-21 November mendatang, sejumlah warga Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilatih tanggap darurat bencana oleh Kodim 1620.
Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol (Inf). I Putu Tangkas Wiratawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini agar masyarakat bisa siaga dalam menghadapi terjadinya bencana alam dalam rangka menjaga integritas Daerah Pariwisata Super Prioritas menjelang WSBK.
"Ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi terjadinya bencana alam," kata I Putu Tangkas Wiratawan di Praya, Rabu (17/11).
Baca juga:
Kru dan Pebalap WSBK Mandalika Mulai Berdatangan di LombokMenurut Putu, penanggulangan bencana bukan hanya dari unsur TNI-Polri dan pemerintah saja, tapi juga melibatkan semua pihak guna memberikan rasa aman dan meningkatkan kembali kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian aparat kewilayahan dan masyarakat memiliki peran penting sebelum, selama, dan sesudah bencana itu terjadi.
"Kegiatan mitigasi bencana dapat dimulai dari unit terkecil, yaitu individu. Oleh karena itu, harus ada kolaborasi antara semua pihak. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana yang terjadi," jelasnya.
Selain itu, Putu menuturkan sektor pariwisata juga berpotensi menimbulkan konsekuensi serius terhadap kondisi ekologi, didasarkan pada kegiatan wisata yang umumnya dikelola secara masif tanpa memperhatikan keberlanjutan ekologi.
Baca juga:
Presiden Jokowi: Sirkuit Mandalika Cikal Bakal Tumbuhnya Ekonomi NTBPutu menilai pengembangan kawasan pariwisata secara masif tanpa menyiapkan mitigasi bencana dapat berkonsekuensi pada meningkatnya risiko atau potensi dampak kerugian dan korban akibat bencana pada masa mendatang.
"Hal krusial yang perlu dilakukan adalah mengubah pola pikir masyarakat menjadi masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana. Usaha ini bisa dimulai dengan mengidentifikasi potensi bencana di sekitar kita," tuturnya.
"Setelah itu, diperlukan mengetahui langkah awal yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi, ketika, dan setelah bencana terjadi. Karena hal inilah yang berpeluang besar membantu penyelamatan dan perlindungan diri," imbuhnya. (Sumber: Antaranews)
(sof)