Langit7, Jakarta - Setelah lebih dari satu tahun Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak negatif yang signifikan terhadap hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, perlahan-lahan kondisi perekonomian Indonesia dan dunia mulai menunjukkan tanda pemulihan. Hal ini terlihat dari inisiatif pemerintah di berbagai negara dalam menerapkan kebijakan dan protokol kesehatan yang dapat mendukung jalannya kembali aktivitas masyarakat secara aman.
Kebangkitan kembali sektor-sektor industri terdampak pandemi dan pemulihan kondisi ekonomi akan sangat bergantung kepada efektivitas kebijakan yang diterapkan oleh masing-masing negara, serta dapat menyebabkan pemulihan perekonomian global tidak merata antar satu negara dengan negara lain.
Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan ekonomi pada tahun 2022 setelah mengalami pertumbuhan negatif di tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19. Menurut
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada tahun 2022 dan ekonomi dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 4,4%.
“Tentunya pergerakan positif ini sangat rentan terhadap risiko terjadinya gelombang infeksi Covid-19 selanjutnya dan bergantung pada kebijakan pemerintah sebagai bentuk tindakan pengaman (safeguard) terhadap risiko tersebut,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis kepada media, dilansir Jumat (19/11).
Baca juga: Sri Mulyani: Reformasi Pajak sangat DibutuhkanUntuk memastikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia terus bergerak menuju pemulihan, diperlukan sinergi serta strategi yang didukung oleh kebijakan kesehatan, moneter, dan fiskal berkesinambungan, agar seluruh pihak dapat melangkah bersama mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia dengan penuh harapan baru.
Memperhatikan kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memandang perlu untuk menyelenggarakan acara CEO Networking 2021 yang bertemakan
“Stepping up to Regain the Economic Growth” dalam rangkaian peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.
Acara
CEO Networking 2021 diselenggarakan pada Selasa (16/11) secara virtual dengan menghadirkan pembicara dari pemerintah pusat yang memberikan pemaparan informasi terkini kepada CEO dari
stakeholders di pasar modal Indonesia, di antaranya Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, Perusahaan Binaan IDX Incubator, Bank Kustodian, Manajer Investasi,
Selling Agent serta perwakilan Asosiasi, Investor Institusi, kalangan akademisi, dan
stakeholders lainnya.
Baca juga: Kembangkan Ekonomi Digital, Presiden: Siapkan Kebutuhan SDMAcara CEO Networking 2021 ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, wawasan, dan memberikan optimisme kepada para peserta dari stakeholders pasar modal Indonesia untuk bersinergi dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang akan berdampak positif pada iklim bisnis dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Pada akhirnya, acara ini juga diharapkan dapat membantu CEO serta pelaku bisnis dalam mengatur strategi ke depannya, sekaligus bersinergi untuk memanfaatkan peluang yang ada di tengah tantangan ekonomi, baik dalam maupun luar negeri demi mendukung kegiatan usaha perusahaan dan secara berkesinambungan mendukung kemajuan pasar modal Indonesia.
Acara CEO Networking 2021 dibuka dengan laporan kegiatan oleh Direktur Utama BEI Inarno Djajadi. Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menyampaikan
Keynote Speech bertemakan “Langkah Strategis Pemerintah untuk Pemulihan Perekonomian Indonesia serta Penanganan Usaha dan Investasi dalam Pandemi Covid-19”.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materiyang menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati dengan tema “Outlook Indonesia Tahun 2022 dan Peranan APBN dalam Pemulihan Perekonomian Indonesia”, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dengan tema “Strategi Penguatan Stabilitas Industri Jasa Keuangan dalam Pemulihan Perekonomian Indonesia”. Sesi pemaparan materi ini dimoderatori oleh Ade Mulya.
Baca juga: PPI Dunia dari 60 Negara Siap Bantu UMKM Go GlobalKemudian acara dilanjutkan dengan sesi
Inspiring Session dengan tokoh CEO Perusahaan Indonesia, yaitu
CEO GoTo Group Andre Soelistyo dengan tema “Berkontribusi Positif dalam Mendukung UKM pada Masa Pandemi Covid-19”, dan Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. Alvin W. Sariaatmadja dengan tema “Bangkit dalam Menghadapi Tantangan dari Pandemi Covid-19”. Acara
CEO Networking 2021 ditutup dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Mercy Widjaja.
Dengan disampaikannya insight terkini dari Pemerintah pusat serta perwakilan pelaku bisnis, diharapkan dapat memberikan optimisme, dan para CEO dari stakeholders pasar modal semakin siap untuk melangkah bersama menuju pertumbuhan perekonomian Indonesia, khususnya pasar modal Indonesia. Sehingga hal tersebut dapat membuat pasar modal Indonesia semakin menjadi cerminan maupun tolak ukur bagi kemajuan perekonomian Indonesia ke depannya.
(zul)