LANGIT7.ID, Subang - Menanamkan nilai-nilai Islam jauh lebih penting daripada sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan. Hal itu yang diterapkan KH Abdul Mu’min (Kiai Maung) kepada para santri Raudlatul Hasanah, Subang, Jawa Barat. Mayoritas santri di pesantren ini berasal dari anak jalanan dan mantan preman. Tapi kebersihan dan kemandirian mereka tak bisa diremehkan. Mereka mampu menepis anggapan bahwa pesantren identik dengan jorok, kotor, dan tidak rapi. Seolah kebersihan menjadi tantangan utama setiap pesantren.
Baca Juga: Kemandirian Santri Raudhatul Hasanah, Kelola Peternakan Hingga Bangun Fasilitas Sendiri
“Bagaimana bisa menjadi pemimpin kalau bertanggung jawab pada satu sampah saja tidak bisa. Makanya, santri itu dididik keras untuk menjaga kebersihan,” kata Kiai Maung ketika berbincang dengan LANGIT7.ID di Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah, Rabu (17/11/2021).
![Rahasia Santri ‘Preman’ ini Dulang Banyak Prestasi]()
Kebersihan ini menjadi pendidikan paling utama. Santri harus menjaga kebersihan. Mereka tidak mungkin mendapatkan ilmu jika tidak memperhatikan hal-hal yang membuat ilmu bermanfaat, yakni kebersihan.
Hal itu dikarenakan segala aktivitas ibadah, mulai dari shalat hingga membaca Al-Qur’an harus diawali dengan bersuci. Artinya, jika seseorang shalat dalam keadaan tidak suci, maka ibadah yang menjadi tiang agama itu tidak diterima di sisi Allah.
Contoh paling konkret peternakan yang dikelola para santri. Tak perlu berharap ada sisa-sisa sampah yang berserakan di sekitar kandang. Tiap kali selesai beri pakan, sisa-sisa kotoran langsung dibersihkan. Menyoal tempat ibadah tak perlu dipertanyakan lagi. Meski memiliki arsitektur terbuka, masjid Raudlatul Hasanah selalu nyaman untuk beribadah.
Beralih ke toilet pun demikian. Tidak ada rasa jijik jika menginjakkan kaki di tempat tersebut. Kamar-kamar santri juga begitu. Lemari tertata rapi, pakaian tak tergeletak sembarangan, serta lantai dan tembok yang memanjakan mata.
Bagi kiai Maung, kebersihan menjadi awal kesuksesan para santri. Kebersihan menjadi salah satu pondasi utama para santri meraih beragam prestasi. Sama halnya ibadah shalat sebagai syarat sukses di akhirat yang harus diawali dengan bersuci.
Berangkat dari situ, santri Raudlatul Hasanah mampu bersaing di tingkat nasional. Piagam penghargaan dan piala tak terhitung. Teranyar mereka memenangi lomba Pencak Silat yang diadakan Kementerian Pertahanan dan lomba marawis nasional. Tahun-tahun sebelumnya juga demikian.
Baca Juga: Pesantren Raudhatul Hasanah Subang, The Real Pesantren Rock and Roll
Pada Hari Santri Nasional 2020 lalu, santri Raudlatul Hasanah berhasil mengamankan juara kedua lomba film dokumenter yang diadakan Kementerian Agama (Kemenag).
“Jadi, kita juga ada santri yang megang IT,” ucap Kiai Maung. Video itu digarap oleh para santri. Mulai dari proses syuting ingga editing. Pengambilan
frame tak kalah dengan videografer profesional. Arah lensa, pengambilan momen, hingga penulisan naskah patut diacungi jempol.
“Kita kan sering dicibir. Tapi kita diam saja, tidak boleh membenci. Kita jawab cibiran itu dengan prestasi,” kata Kiai Maung
(jqf)