Langit7, Jakarta - Pada tahun 2020 lalu, industri gim di Indonesia mampu menyumbang Rp24,88 triliun atau berkontribusi sebesar 2,19 persen dari total PDB nasional.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebutkan, saat ini Indonesia merupakan pasar industri gim terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke -17 dunia.
"Tercatat pula terdapat 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan
gamer. Namun faktanya pada tahun 2020, baru 0,4 persen industri lokal yang berkecimpung di pasar gim Indonesia," jelasnya dalam IGDX 2021 Conference beberapa waktu lalu.
Baca juga: Pemerintah Dukung Industri Gim Indonesia Pemain Utama GlobalUntuk itu, melalui kegiatan IGDX 2021 yang mencakup
IGDX Academy, IGDX Business, IGDX Career, dan IGDX Conference, pihaknya berharap bisa membangkitkan optimisme pengembang dan perusahaan gim dalam negeri agar dapat berkembang.
"Saya harap pengembang dan perusahaan pengembang gim yang dimiliki anak bangsa dapat berkembang dan bersaing dengan pelaku industri gim secara global," katanya.
Seperti diketahui, penyelenggaraan Indonesia
Game Developer Exchange (IGDX) 2021, merupakan upaya pemerintah dalam mendorong industri gim nasional agar dapat menguasai pasar dalam dan luar negeri.
Selain itu, diharapkan juga dapat menciptakan produk gim yang bisa bersaing dengan game developer global. Sekaligus membuka mata dunia bahwa Indonesia bukan sekadar pasar tapi juga pemain penting dalam tatanan industri gim dalam maupun luar negeri.
Baca juga: Kawinkan Inovasi dan Teknologi, Sukses Kembangkan Pertanian HidroponikE-sport melesat saat pandemiPerkembangan industri kreatif, khususnya gim, dalam beberapa tahun mengalami tren positif.
Menurut data dari
Sensor Tower pada kuartal pertama tahun 2021, Indonesia menempati posisi ketiga, setelah India dan Brazil, sebagai negara yang paling banyak mengunduh aplikasi gim di
App Store dan
Google Play. Di mana sebelumnya pada kuartal pertama tahun 2020 terdapat 628 juta unduhan, dan naik menjadi 790 juta unduhan, atau bertambah 26 persen.
Hal itu menunjukkan bahwa gim menjadi sebuah fenomena dan industri baru yang sedang naik daun.
“Esport itu seperti
pandemic winner, karena ditengah-tengah pandemi dan tantangan ekonomi,
e-sport menjadi salah satu yang menunjukkan tren kenaikan positif dengan jumlah pertumbuhan 4,47 persen, atau tertinggi kedua setelah subsektor televisi dan radio," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, di tempat terpisah.
Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Bersama Pesantren, Erick Thohir Ajak Santri Magang di Kementerian BUMNPerkembangan
e-sport, lanjut Sandi, sedang mengalami tren yang baik, termasuk dari segi penonton, pemain maupun pengembangnya. Apalagi terlihat dari pasar
e-sport global yang mendapatkan USD1,6 triliun pada tahun 2020.
Sementara Indonesia sendiri mempunyai 60 juta pemain
e-sport atau gamer yang menunjukan pertumbuhan sehat. Selain itu, sebagai regulator sekaligus pembina dari PB
e-sports, Sandiaga juga telah berhasil mendorong esports menjadi salah satu cabang eksibisi di PON XX Papua dan mampu mendukung gim lokal untuk bisa bergabung dan dipertandingkan bersama PUBG MOBILE.
Industri gim menjadi fenomena dan bisnis baru yang mulai digandrungi oleh banyak orang. Untuk itu, pemerintah berharap para pengembang gim dapat meningkatkan kemampuannya dalam menghadirkan gim lokal yang berdaya saing global.
Sebagai informasi, pengembangan
e-sports juga menjadi salah satu janji presiden yang tercantum di dalam program prioritas nasional pada tahun 2021.
Di mana pada tahun sebelumnya, pemerintah telah menetapkan esports sebagai cabang olahraga. Dengan secara resmi memasukkannya sebagai salah satu cabang yang dilombakan di kancah internasional seperti Asian Games 2018, SEA Games 2019 dan di kancah nasional, yaitu PON XX Papua beberapa bulan lalu.
(zul)