LANGIT7.ID, Yogyakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan jika pelayanan kefarmasian dan kesehatan dalam pengobatan Covid-19 sudah berkembang sangat pesat. Hal ini memungkinkan bagi para peneliti untuk menciptakan terobosan baru yang efektif untuk penanganan Covid-19 terutama menggunakan pengobatan tanaman tradisional atau herbal.
Menurut Budi Gunadi, pemanfaatan obat modern asli Indonesia di fasilitas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan
"Karena dapat digunakan untuk melengkapi pengobatan konvensional guna menggantikan kekosongan ketersediaan obat kimia," jelas Budi Gunadi Sadikin, dalam Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke-60 secara daring di UMY, Jumat (26/11/2021).
Baca juga:
Kemenkes: Tidak Ada Klaster Baru di WSBK MandalikaBudi berharap para peneliti, apoteker, akademisi, praktisi, profesional kesehatan, mahasiswa, serta para peserta dapat memanfaatkan potensi obat tradisional untuk menjadi destinasi wellness tourism dan herbal tourism (wisata kebugaran dan herbal) baik domestik maupun mancanegara.
Sementara itu Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kemenkes, Akhmad Saikhu mengatakan potensi tumbuhan obat harus tetap digali agar manfaatnya lebih luas dan menjadi lebih krusial di masa pandemi serta meningkatnya pilihan masyarakat untuk menggunakan produk alami berbahan baku tumbuhan dalam menjaga kesehatannya.
“Saya berharap dengan adanya seminar seperti ini, upaya pengintegrasian hasil penelitian tanaman obat dan obat tradisional meningkat.” Jelasnya.
Baca juga:
DPR Desak Pemerintah Gunakan Vaksin Dalam NegeriRektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Gunawan Budiyanto mengatakan pemanfaatan tumbuhan obat sudah seharusnya dilakukan tak hanya melihat dari aspek kontak, tetapi juga dari aspek sistemiknya. Sehingga dengan adanya kajian serta penelitian yang tepat dan komprehensif, akan menjadikan peluang besar bagi pengembangan obat.
“Berharap nantinya akan ada follow up dan bertukar informasi antar peneliti ataupun pembicara pada seminar hari ini, hal itu perlu dilakukan agar Indonesia bisa menjadi sumber pengembangan tanaman obat menggantikan obat anorganik,” harapnya
(sof)