Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Kemenkes: Tidak Ada Klaster Baru di WSBK Mandalika

Jaja Suhana Kamis, 25 November 2021 - 18:35 WIB
Kemenkes: Tidak Ada Klaster Baru di WSBK Mandalika
Persaingan Jonathan Rea dan Toprak Razgatlioglu di sesi latihan kedua WSBK 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok. (Foto: WorldSBK)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, memastikan tidak ada klaster baru Covid-19 dalam gelaran World Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika. Kabar ini sekaligus memperlihatkan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan Covid-19.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI, Riskiyana Sukandhi Putra, mengatakan hal itu bisa diantisipasi berkat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Jelang Nataru

"Kegiatan di lapangan dapat berlangsung sesuai prokes. Peran lintas lembaga juga telah mendukung penerapan prokes tersebut, seperti ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan MGPA (Mandalika Grand Prix Association) melalui Event Organizer Diandra, kemudian Kemenkes dan BNPB," kata Riskiyana dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (25/11).

Riskiyana menjelaskan sampai saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tidak ada klaster baru Covid-19 di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) maupun WSBK. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka pencegahan transmisi dan perlindungan kesehatan selama WSBK Mandalika berlangsung. Seluruh atlet, ofisial, dan tim diharuskan melakukan tes swab PCR tanpa pengecualian.

Riskiyana mengatakan hasil tes swab tersebut tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi dan digunakan sebagai syarat untuk memasuki lokasi. Proses skrining ketat juga diberlakukan terhadap seluruh peserta, penonton dan pekerja yang terlibat dalam ajang WSBK. "Terdapat tiga titik untuk pengecekan protokol kesehatan dan skrining lainnya, seperti pengecekan suhu tubuh, status vaksin, dan keamanan," ujarnya.

Baca juga: Libur Nataru: Kewajiban Vaksin, Tes Swab dan Pengecekan Ketat

Setelah melakukan check in dengan aplikasi PeduliLindungi, lanjut Riskiyana, hasil tes swab dipindai dan divalidasi oleh panitia. Bila hasilnya layak, maka orang yang bersangkutan diperbolehkan memasuki venue, sedangkan bila terkonfirmasi positif maka diwajibkan untuk isolasi.

"Fasilitas isolasi dan perawatan berupa tenda medis disiapkan di dalam dan luar sirkuit. Sedangkan ruang isolasi sementara dapat digunakan bila ada kasus positif, sebelum pasien tersebut dirujuk ke tempat karantina," ucapnya.

Riskiyana juga menuturkan, selama acara berlangsung, terdapat sistem pelaporan harian penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk mendeteksi kasus Covid-19. Tidak hanya di dalam lokasi, pengawasan ketat juga diterapkan pada lima titik pintu masuk ke Kawasan Mandalika, melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Sirkuit Mandalika Masuk Kalender Resmi MotoGP 2022

Pengawasan protokol kesehatan dilakukan petugas di titik atau lokasi kritis yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa. Sedangkan bagi mereka yang melanggar, diberikan teguran langsung oleh pelaksana di lapangan dan sanksi lebih lanjut menyesuaikan aturan yang lebih umum seperti halnya penerapan PPKM.

Sosialisasi, edukasi, dan fasilitas penunjang prokes juga disediakan di lokasi kegiatan untuk mendorong peserta maupun penonton tetap disiplin mencegah terjadinya penularan. Hal ini disampaikan melalui tampilan grafis, petunjuk, ketersediaan masker gratis, maupun peringatan dari petugas di masing-masing bagian.

"Penerapan protokol kesehatan masih harus ditingkatkan. Misalnya, masih ditemukan ada orang yang belum menggunakan masker secara benar, sehingga memerlukan petugas untuk mengingatkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Riskiyana juga mengimbau kepada penyelenggaraan grand prix atau kegiatan selanjutnya untuk menguatkan teknis panduan protokol kesehatan. Termasuk penyediaan tenaga pengawas seperti Satgas Covid-19 untuk mendukung penerapan prokes harus terus diperkuat. (Sumber: Antaranews)

Baca juga: PPKM Level 3, Langkah Strategis Pemerintah Jelang Libur Nataru

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)