LANGIT7, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
Muhadjir Effendy optimistis implementasi kebijakan
PPKM Level 3 untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dapat berjalan baik di lapangan. Pasalnya, semua kementerian dan lembaga berpengalaman sehingga mengerti langkah yang harus dilakukan, bahkan sekarang pun sudah mulai melakukan aktivitas persiapannya.
Menurutnya, dalam menghadapi Libur Nataru tahun ini, Indonesia dinilai memiliki situasi lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan adanya cakupan vaksinasi di atas 60 persen untuk dosis pertama. Termasuk juga angka kasus,
fatality rate, dan kasus aktif dalam kondisi landai.
Baca Juga: PPKM Level 3, Langkah Strategis Pemerintah Jelang Libur Nataru"Akan tetapi kita tidak boleh jemawa dengan kondisi yang sudah kita miliki ini. Justru kita harus lebih hati-hati," kata Muhajir dalam keterangan pers yang diterima
Langit7.id, Jumat (19/11/2021).
Dia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada liburan Nataru tahun ini tidak diadakan penyekatan. Namun, pemerintah menetapkan orang yang bepergian harus dalam keadaan sehat, dengan cara memastikan status vaksinasi yang bersangkutan serta melalui hasil
tes swab.
"Siapa saja yang mau bepergian supaya segera menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kemudian harus vaksin. Yang belum vaksin harus vaksin, diusahakan sudah
vaksin kedua. Selain itu, sebelum berangkat juga dilakukan tes swab," tutur Menko PMK.
Baca Juga: Swab On The Road Makassar: 55 Orang Positif Covid Masih KeluyuranAkan halnya jenis tes swab mana yang dibutuhkan, menurutnya, akan menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan untuk menetapkan. Selain itu, pemerintah juga akan memastikan pengecekan dan pemantauan perjalanan hingga tempat tujuan, bekerja sama dengan
Polri.
Tidak hanya lokasi mudik, tujuan perjalanan seperti tempat wisata pun akan diawasi ketat. Polri siap untuk melakukan vaksinasi di tempat, bila menemukan pelaku perjalanan yang belum mendapatkan suntikan
vaksinasi.
"Tetapi, seyogyanya, kalau tidak ada urusan yang primer dan mendesak, sebaiknya hindari bepergian pada Nataru," ucapnya.
Baca Juga: Polri Distribusikan 8.000 Paket Sembako ke Buruh di 8 ProvinsiDia tidak memungkiri tetap adanya kemungkinan pergerakan masyarakat secara besar-besaran pada Nataru. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah mengatur sejak awal bahwa ASN, TNI dan Polri, termasuk pegawai BUMN dilarang mengambil cuti pada masa Nataru. Sedangkan pegawai swasta diimbau tidak memanfaatkan libur Nataru untuk cuti.
Muhajir menilai, saat ini fasyankes dan tenaga kesehatan sudah lebih terlatih dan siap dibandingkan ketika Indonesia menghadapi puncak Covid-19 sebelumnya. Namun demikian, dia menekankan, jangan karena semua lebih siap maka masyarakat menjadi teledor atau lengah.
"Lebih baik tidak pernah masuk rumah sakit, walaupun mungkin fasilitas yang disediakan pemerintah sudah lebih baik," tuturnya.
Baca Juga:
Penerima Dua Dosis Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 67,17 Juta Orang
Kejar Herd Immunity, Masyarakat Diminta Lengkapi Vaksin Dosis Dua(asf)