LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa tahun belakangan, tren busana tertutup dan sopan untuk muslimah di dunia sangat berkembang pesat, termasuk juga di Indonesia. Data dari Stet of The Global Islamic Economy tahun 2019-2020, menyebutkan Indonesia duduk di peringkat ketiga sebagai negara pengembang busana muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki.
Data dari Thomson Reuters juga menyebutkan Indonesia sebagai konsumen busana muslim terbesar ketiga di dunia dengan nilai belanja Rp300 triliun per tahun. Angka yang fantastis untuk dijadikan target pasar dunia.
Baca juga: Angkat Minang Heritage, Ria Miranda Berkembang dengan Kearifan LokalPotensi Indonesia untuk menjadi pusat modest fashion dunia terbuka lebar. Karenanya akan sayang bila tidak dimanfaatkan dengan optimal. Di Tanah Air sendiri selain kaya dengan ragam budaya, terkenal dengan kreativitas individu yang sanggup bersaing di pasar global.
Salah satu profesi yang menunjang perkembangan fesyen muslim Tanah Air adalah desainer. Ria Miranda merupakan salah satu desainer fesyen muslim yang berpengaruh di Indonesia. Melalui rancangannya yang berciri khas Minang, menjadikan jenama RiaMiranda sebagai koleksi teratas di modest fashion Tanah Air.
Sebagai desainer fesyen muslim yang sudah lama malang melintang di dunia yang membesarkan namanya, Ria melihat Indonesia memiliki potensi besar di industri ini. Ia pun melihat busana muslim akan selalu menunjukkan trennya tiap tahun.
Di tahun 2022, desainer yang akrab disapa Uni Ria ini memprediksi fesyen yang mejadi incaran konsumen adalah yang membawa unsur keberlanjutan.
Hal tersebut disebabkan dengan meningkatnya kesadaran manusia terkait risiko perusakan alam dan juga masalah sustainability. Sehingga barang yang memiliki sifat demikian akan menjadi prioritas.
"Modest wear yang sustainable itu yang diangkat. Jadi dengan baju-baju yang kualitasnya lebih baik, lalu dengan koleksi yang lebih classy," kata Ria saat peluncuran koleksi terbarunya, Kamis (2/12/2021).
Busana yang sustainable bukan hanya pada pola dan bahan untuk baju yang berkelanjutan saja. Tapi juga yang bisa digunakan di beberapa acara, atau bisa dipadupadan untuk pakaian sehari-hari.
Baca juga: Amy Atmanto: Butuh Regulasi yang Dukung Pelaku Industri Fashion Lokal"Biasanya aku prints, sekarang aku coba dengan bordir polosan dengan satu tone color yang bisa ditampilkan. Warnanya juga nggak terlalu rumit, jadi lebih mudah di-mix and match. Jadi meski cuma satu dress tapi bisa jadi banyak style," kata Ria.
Tahun depan tren warna akan tetap mengikuti fesyen dunia. Bagi Ria, tahun 2022 fashion di Indonesia akan mengusung tren warna yang tone down.
"Warna akan lebih tone down, lebih bermain dengan warna pastel atau earth tone. Koleksi aku kali ini mengangkat warna Scandinavian." kata Ria.
(est)