LANGIT7.ID, Bandung - Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal Aa Gym menilai para penyandang disabilitas merupakan orang-orang istimewa dan khusus. Bahkan, 10 persen karyawan di Daarut Tauhid merupakan penyandang disabilitas.
“Jadi, jika jumlah karyawan di Daarut Tauhid ini ada seribu, maka seratus orang di dalamnya adalah penyandang disabilitas,” kata AA Gym dalam MQ Pagi, dikutip kanal youtube Aa Gym Official, Sabtu (4/12/2021).
Aa Gym memandang disabilitas bukan kekurangan. Seluruh ciptaan Allah Ta’ala di alam semesta memiliki kesempurnaan. Hanya karena keterbatasan pengetahuan, kerap manusia menyebut penyandang disabilitas sebagai orang yang kurang beruntung.
Baca Juga: Pesantren Daarut Tauhiid Lahir dari Majelis Ilmu yang Konsisten Berbisnis
Padahal, kata dia, semua perkara di dunia ini adalah ujian. Termasuk setiap objek penglihatan manusia, itu adalah ujian. Cacat pun ujian, dan peluang mereka mendulang pahala lebih besar dari orang ‘normal’. Ada orang yang diuji dengan ketampanan dan kecantikan. Jika salah menyikapi, justru jadi dosa.
Namun sebaliknya, para penyandang disabilitas yang pandai bersyukur akan mendapatkan keberkahan dari Allah. Bahkan, Aa Gym mengaku mendapat hidayah dari Allah melalui perantara sosok sang adik yang menyandang disabilitas.
Hal itu yang membuat Aa Gym memiliki perhatian besar para penyandang disabilitas. Hal itu pula yang menjadi dasar karyawan Daarut Tauhid diisi 10 persen penyandang disabilitas. Mereka hanya memiliki kekurangan dari segi fisik, namun semua sama di mata Allah.
Baca Juga: Masjid Daarut Tauhiid Akan Direnovasi agar Lebih Nyaman
Derajat manusia ditentukan oleh ketakwaan. Bisa saja, para penyandang disabilitas itu lebih mulia di sisi Allah daripada manusia ‘normal’ pada umumnya.
“Banyak orang hatinya tidak melihat, karena matanya melihat. Tapi membuat hatinya jadi buta. Jadi, jangan menganggap hanya tunanetra yang diuji. Sebetulnya, yang melek lebih berat lagi tuh,” kata Aa Gym.
(jqf)