LANGIT7.ID - - Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi BNPB, sampai dengan Selasa (7/12/2021), sebanyak 985 personel gabungan terlibat dalam operasi penanganan darurat Gunung Semeru.
Saat ini personel gabungan tersebut fokus pada pencarian dan evakuasi serta pelayanan dasar warga terdampak paska erupsi Gunung Semeru yang terjadi Sabtu (4/12/2021) kemarin. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi KemenPUPR Nazib Faizal.
“Percepatan evakuasi korban dan pembersihan kawasan,” kata Nazib dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Aa Gym: Erupsi Gunung Semeru Merupakan Tanda Kekuasaan AllahSelain personel, sejumlah peralatan diterjunkan untuk membantu proses pencarian warga yang diduga masih hilang, antara lain BNPB menyiagakan 3 unit helikopter dan Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong 2 unit hagglund yang dapat menembus medan berat di lokasi terdampak material vulkanik.
Berdasarkan data terkini pada Senin (6/12/2021), pukul 20.15 WIB, korban jiwa meninggal dunia tercatat 22 orang, korban luka-luka 56 orang, dan hilang 22 orang. Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendataan dan validasi.
Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro.
Terkait dengan perkembangan warga mengungsi, sebanyak 2.004 warga berada di 19 titik pengungsian yang tersebar di 3 kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo, Candipuro dan Pasirian. Jumlah penyintas tertinggi berada di Kecamatan Candipuro dengan jumlah 1.136 jiwa, Pasirian 563 dan Pronojiwo 305. Berikut ini distribusi titik pengungsian warga di tiga kecamatan tersebut.
Kecamatan Candipuro (Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng di Desa Sumberwuluh, Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh dan Kantor Camat Candipuro).
Kecamatan Pasirian (Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian dan Masjid Nurul Huda Alon Pasirian).
Kecamatan Pronojiwo (SDN Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid di Dusun Supiturang, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng di Desa Oro Ombo, Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2, dan rumah-rumah kerabat di Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus yang terletak di Desa Oro Oro Ombo).
Baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar pada Senin MalamSelain dampak korban jiwa, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di sektor pemukiman, pendidikan maupun sarana dan prasarana. Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material, dengan data sementara rumah terdampak 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus 1 unit.
(est)