Ribuan Warga Prancis Mengungsi dari Lebanon, Ketegangan Meningkat di Perbatasan Israel
nabilRabu, 16 Oktober 2024 - 07:36 WIB
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sekitar 3.000 warga negara Prancis telah meninggalkan Lebanon sejak pecahnya pertempuran antara Israel dan Hizbullah di tengah perang di Gaza. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengungkapkan hal ini kepada parlemen pada hari Selasa.
Pemerintah Prancis telah mengorganisir penerbangan dan bantuan lainnya bagi sekitar 350 warganya yang paling berisiko untuk meninggalkan Lebanon. Saat ini, Paris belum memerintahkan evakuasi bagi sekitar 23.000 warganya yang tinggal di Lebanon, negara yang pernah berada di bawah mandat PBB Prancis hingga tahun 1943.
"Belum ada keputusan tentang evakuasi yang diambil, tetapi kami sedang mempersiapkan diri untuk mengambil keputusan jika diperlukan," kata Barrot.
Israel telah meningkatkan serangan udaranya terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak 23 September dan telah meluncurkan operasi darat untuk mendorong kelompok tersebut mundur dari perbatasan utaranya. Hizbullah telah menembakkan ribuan proyektil ke Israel selama setahun terakhir untuk mendukung Hamas, mengakibatkan puluhan ribu warga Israel mengungsi.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”