LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa waktu terakhir ini usaha penyewaan iPhone tengah menjadi sorotan. Ponsel pintar keluaran Apple ini bisa disewa secara harian.
Fakta ini ramai diperbincangkan saat di-posting ulang di akun twitter @txtdarionlshop. Harganya pun beragam, mulai dari Rp140 ribu per hari untuk iPhone X, sampai dengan Rp400 ribu untuk iPhone 11 Pro.
Melihat dari kolom komentar, alasan utama untuk menyewa smartphone berlogo apel ini sebagai gaya sesaat di momen spesial. Harga yang murah untuk sewa harian, selain prestise penyewa juga bisa menggunakan kamera berkualitas tinggi.
Baca juga: Pinjol Ilegal, Dasad Latif : Hutang Boleh, Asal Tidak RibaBila melihat dari harga jualnya, iPhone terbilang tinggi dibanding smartphone lain. Untuk iPhone 8 Plus 128GB saja dibanderol Rp9 juta. Ada lagi iPhon 12 64GB yang berkisar di harga Rp12 juta dan iPhone 13 Pro Max 128GB dengan harga Rp19 juta.
Jika dilihat dari sisi harga, sewa iPhone jelas lebih menarik. Karena selain murah, tingkat kelas sosial pun otomatis naik. Meski hanya bisa dipakai selama beberapa waktu saja.
Namun bagaimana pandangan Islam melihat tren ini? Apakah sewa demi prestise seperti ini diperbolehkan?
Menurut Ustadz Dasad Latif tren seperti malah menyiksa diri karena melebihi kemampuan yang dimiliki.
"Kalau bahasa Makassar ada istilah STEPA (selera tinggi ekonomi pace). Pace itu artinya mau gaya tapi nggak ada duit." kata Ustadz yang sering dipanggil Daeng ini pada Langit7, Rabu (8/12/2021).
Bergaya menyewa iPhone untuk prestise merupakan hal yang tidak baik, karena membuat hidup justru tidak tentram.
"Jangan bergaya melebihi rezeki yang Allah kasih. Kalau Allah kasih rezeki Rp2 juta, supaya tentram hidupnya maka gaya hidupnya Rp1,5 juta." paparnya.
Menurut Dasad Latif alasan orang yang menyewa kemungkinan besar untuk bergaya bukan untuk fungsionalnya. Jika untuk sesuai fungsinya maka orang akan lebih nyaman dengan handphone miliknya sendiri.
"Menyiksa diri itu manakala mempunyai handphone biasa (yang fungsinya hampir sama) tapi sewa iPhone segala."
Baca juga: Kontak Favorit dan Darurat di iPhone Bikin Gampang dan Hemat WaktuTidak terkecuali untuk alasan meeting dengan klien atau ingin bertemu seseorang agar lebih meyakinkan. Sehingga apa yang ingin dicapai bisa berhasil dan lancar.
"Orang meeting bukan casing semata, tapi lebih kepada kemampuan untuk melobi dan meyakinkan klien," ujar ustadz yang juga dosen Promosi dan periklanan di UNHAS, Makassar.
"Sebaiknya hiduplah sesuai dengan rejeki yang Allah berikan." pesan ustadz.
(est)