Langit7, Jakarta - Lembaga keuangan mikro syariah, Baitul Mal Wattamil (BMT), tengah menjadi pilihan masyarakat dalam ekonomi syariah nasional.
Tren perkembangan positif dari BMT di Indonesia, tidak lepas dari besarnya porsi masyarakat kelas menengah dan bawah di Indonesia.
Baca juga: Program Fasilitasi Inkubasi Wirausaha, Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas PengusahaMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebutkan, BMT diharapkan dapat memanfaatkan potensi pasar keuangan syariah yang tinggi di Tanah Air. Tentunya dengan tetap mengikuti perubahan zaman, mengedepankan
compliance, serta turut fokus pada pemberdayaan KUMKM dan optimalisasi dana sosial Islam.
"Oleh karena itu, kita harus tingkatkan sinergi dan kolaborasi dengan BMT, dalam meningkatkan kapasitas usaha mikro dan kecil di Indonesia," kata Teten di acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan BMT Indonesia, Semarang, Kamis (9/12).
Apalagi, lanjut Teten, keuangan Islam menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri keuangan global, melampaui pasar keuangan konvensional.
Baca juga: Bank Aceh Syariah Segera Berdiri di Jakarta Akhir Tahun IniBerdasarkan
The State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021, nilai aset keuangan syariah diperkirakan meningkat 13,9 persen pada tahun 2019 dari US$2,52 triliun menjadi US$ 2,88 triliun.
"Sektor ekonomi dan keuangan syariah diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru di Indonesia, mengingat relevansi prinsip dasar yang dimilikinya, serta kinerja mumpuni di tengah pandemi," ujarnya.
Seperti diketahui, market share keuangan syariah Indonesia sudah mencapai 10 persen dan sesuai target untuk tahun ini. Sementara pada 2022, ditargetkan mencapai 15 persen.
Baca juga: Dewas BSI: Saat Islam Kuasai Ekonomi, Keberkahan Akan DatangUntuk itu, pihaknya berharap agar para pelaku usaha mikro dan kecil bisa dikonsolidasikan dalam wadah koperasi.
"Kelembagaan koperasinya akan kita perkuat hingga mampu membeli produk anggota. Disini, koperasi berperan sebagai offtaker. Permodalan koperasi akan diperkuat LPDB KUMKM," jelasnya.
(zul)