LANGIT7.ID, Jakarta - Olimpiade Beijing siap dimulai pada 4 Februari mendatang. Namun, perhelatan itu masih bergantung pada penerbangan sementara dari sejumlah kota, termasuk Tokyo dan Singapura.
Pejabat panitia penyelenggara Olimpiade Beijing, Zhang Liang, mengatakan China sedang mengetatkan pembatasan perjalanan terkait kekhawatiran tentang Covid-19. Hal tersebut menjadi hambatan untuk membawa para atlet ke Olimpiade.
"Menurut data WHO, varian Omicorn telah menyebar ke lebih dari 50 negara. Situasi pencegahan epidemi masih parah dan rumit," kata Zhang, Jumat (10/12).
Olimpiade Beijing, lanjut Zhang, akan bergantung pada penerbangan sewaan dan sementara untuk membawa atlet dan peserta Olimpiade lainnya. Penerbangan komersial juga dipilih sebagai tambahan.
Atlet dan peserta lainnya harus tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing sebelum memasuki sistem tertutup "closed loop" terpisah secara ketat dari area lain di China. Mereka akan menetap selama masa tinggal sebelum berangkat.
Maskapai penerbangan China dan asing akan berpartisipasi dalam melakukan penerbangan sementara dari beberapa kota, termasuk Hong Kong, Singapura, Paris dan Tokyo. "Pada periode puncak kedatangan dan keberangkatan ke Beijing, rata-rata minimal 15 penerbangan inbound dan 13 penerbangan outbound dapat disediakan setiap hari," ujar Zhang.
China telah memberlakukan pembatasan ketat pada penerbangan ke negaranya di tengah beberapa kontrol Covid-19 yang paling ketat di dunia. (Sumber: Antaranews)
(asf)