LANGIT7.ID, Jakarta - Timnas Indonesia bersiap menjalani laga penting saat bersua Vietnam di laga ketiga Piala AFF Suzuki 2020, Rabu (15/12) pukul 19.30 WIB. Indonesia dan Vietnam datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih dua kemenangan dari dua laga di Grup B.
Pengamat sepak bola senior, Weshley Hutagalung menyoroti permainan impresif yang ditampilkan The Golden Star, julukan timnas Vietnam di Piala AFF ini. Menurutnya, anak asuh Park Hang-seo bisa mengalirkan bola-bola cepat ke lini pertahanan lawan.
"Mereka tidak hanya memainkan bola-bola cepat, Vietnam juga cepat melihat peluang ketika organisasi pertahanan lawan memberikan ruang untuk masuk," kata Weshley saat dikonfirmasi Langit7.id, Rabu (15/12).
Baca juga:
Pengamat Sepak Bola: Fokus dan Konsentrasi Timnas Perlu Ditingkatkan"Harus diakui, perkembangan sepak bola Vietnam lebih baik dalam membangun program sepak bola usia dini secara komprehensif. Sehingga mereka bisa menghasilkan pemain untuk tim nasional senior," ujarnya.
Bung Wes, sapaan akrabnya, mengatakan Indonesia masih kalah dalam dua pertemuan terakhir dengan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia. Pertemuan pertama kalah 1-3 bersama pelatih Simon McMenemy, dan 0-4 di pertemuan kedua bersama Shin Tae-yong.
Di laga malam nanti, Bung Wes juga menyoroti pemain Vietnam yang tampil sangat baik di ajang Piala AFF kali ini, khususnya di barisan penyerang.
"Vietnam bisa mencetak gol dari sejumlah pemain, namun pergerakan pemain seperti striker Nguyen Cong Phuong, Nguyen Van Toan, atau gelandang agresif Nguyen Hoang Durc perlu diberi perhatian khusus," ungkapnya.
Baca juga:
Jelang Indonesia vs Vietnam, Shin Tae-yong Tuntut Kerja Keras TimMeski demikian, Bung Wes tetap melihat timnas Indonesia berpeluang meraih kemenangan atas Vietnam. Tambahan 3 poin tentu menjaga asa skuad Garuda untuk lolos ke fase selanjutnya.
"Peluang selalu ada, menang bukan hal yang mustahil. Kemenangan bisa membantu posisi Indonesia keluar dari Grup B dan kemudian bermain lebih tenang menghadapi rival bebuyutan, Malaysia, di laga terakhir," tuturnya.
"Dalam turnamen dengan jadwal yang padat seperti ini, kebugaran pemain jadi kunci untuk memainkan strategi yang disiapkan pelatih," imbuhnya.
(sof)