LANGIT7.ID, Yogyakarta - Film Mabbere produksi Muhammadiyah Multimedia (MM) Kine Klub Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ditetapkan menjadi juara 2 film Moderasi Beragama yang diselenggaran Kementerian agama (Kemenag) 2021.
Sutradara Film Maberre, Asman mengetakan ide cerita film garapannya berangkat dari kisah nyata yang dia alami. Dimana terdapat perbedaan tradisi dari daerah asalnya di Sulawesi (Bugis) dengan tempat perantauannya di Jawa.
Dia merasakan tarikan yang luar soal tradisi ketika dia berada di Yogyakarta dengan di daerahnya. Ia mencontohkan saat tetangga membawakan makanan dengan wadah, sebisa mungkin saat mengembalikan juga memberi makanan atau barang lainnya.
“Dari situlah muncul ide Mabbere tentang bagaimana cara kita mengembalikan piring orang. Selain itu juga berdasarkan isu, dimana orang Islam terkadang merasa ragu menerima makan dari orang yang berbeda agama. Pun sebaliknya,” terangnya.
Baca juga:
Inthiq, Film Karya Santri Gontor Ungkap Rahasia Mahir Berbahasa AsingIa juga menjelaskan terkait arti Mabbere itu sendiri berasal dari bahasa Bugis yang berarti memberi. Secara makna, diartikan dengan memberi sesuatu sebagai wujud timbal balik dan rasa berbagi.
“Melalui Film Mabbere ini, tersirat pesan toleransi dan saling menghargai untuk menghindari pertikaian yang mengakibatkan perpecahan,” jelasnya.
Sebagai sutradara Film Mabbere, Asman merasa senang dengan adanya hasil karya yang menggabungkan perpaduan latar belakangnya yang bersuku Bugis dan tradisi Jawa, sekaligus dibungkus dengan isu beragama.
“Tentu sangat senang karena mengangkat diorama Suku Bugis dan Jawa,” ungkapnya.
Produser Film Mabbere Silmy Mauly menambahkan proses pembuatan film ini membutuhkan waktu tiga minggu. Baik dari persiapan produksi hingga pasca produksi. Rinciannya pra produksi 11 hari, shooting 1 hari serta pasca produksi 9 hari.
“Film Maberre tidak berhenti pada kejuaraan ini saja. Namun akan terus dilibatkan dalam berbagai festival, baik nasional maupun internasional. Saat ini, sedang submit Ganesha Film Festival Institut Teknologi Bandung (ITB),” tambahnya.
(sof)