Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Film Mabbere Angkat Isu Toleransi, Agama dan Tradisi

Priyo Setyawan Kamis, 23 Desember 2021 - 13:53 WIB
Film Mabbere Angkat Isu Toleransi, Agama dan Tradisi
Proses pengambilan gambar dalam film Mabbere karya mahasiswa UMY. (foto: humas UMY)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Film Mabbere produksi Muhammadiyah Multimedia (MM) Kine Klub Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ditetapkan menjadi juara 2 film Moderasi Beragama yang diselenggaran Kementerian agama (Kemenag) 2021.

Sutradara Film Maberre, Asman mengetakan ide cerita film garapannya berangkat dari kisah nyata yang dia alami. Dimana terdapat perbedaan tradisi dari daerah asalnya di Sulawesi (Bugis) dengan tempat perantauannya di Jawa.

Dia merasakan tarikan yang luar soal tradisi ketika dia berada di Yogyakarta dengan di daerahnya. Ia mencontohkan saat tetangga membawakan makanan dengan wadah, sebisa mungkin saat mengembalikan juga memberi makanan atau barang lainnya.

“Dari situlah muncul ide Mabbere tentang bagaimana cara kita mengembalikan piring orang. Selain itu juga berdasarkan isu, dimana orang Islam terkadang merasa ragu menerima makan dari orang yang berbeda agama. Pun sebaliknya,” terangnya.

Baca juga: Inthiq, Film Karya Santri Gontor Ungkap Rahasia Mahir Berbahasa Asing

Ia juga menjelaskan terkait arti Mabbere itu sendiri berasal dari bahasa Bugis yang berarti memberi. Secara makna, diartikan dengan memberi sesuatu sebagai wujud timbal balik dan rasa berbagi.

“Melalui Film Mabbere ini, tersirat pesan toleransi dan saling menghargai untuk menghindari pertikaian yang mengakibatkan perpecahan,” jelasnya.

Sebagai sutradara Film Mabbere, Asman merasa senang dengan adanya hasil karya yang menggabungkan perpaduan latar belakangnya yang bersuku Bugis dan tradisi Jawa, sekaligus dibungkus dengan isu beragama.

“Tentu sangat senang karena mengangkat diorama Suku Bugis dan Jawa,” ungkapnya.

Produser Film Mabbere Silmy Mauly menambahkan proses pembuatan film ini membutuhkan waktu tiga minggu. Baik dari persiapan produksi hingga pasca produksi. Rinciannya pra produksi 11 hari, shooting 1 hari serta pasca produksi 9 hari.

“Film Maberre tidak berhenti pada kejuaraan ini saja. Namun akan terus dilibatkan dalam berbagai festival, baik nasional maupun internasional. Saat ini, sedang submit Ganesha Film Festival Institut Teknologi Bandung (ITB),” tambahnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)