LANGIT7.ID - , Jakarta - Beauty-tech company terdepan Social Bella mencatat empat perubahan perilaku pelanggan kecantikan yang terus beradaptasi di masa pandemi COVID-19 ini.
Menurut Co-Founder & CMO Social Bella Chrisanti Indiana melihat pelanggan kecantikan menjadi yang paling adaptif di tengah perubahan yang terus terjadi.
"Dengan kemudahan teknologi dan informasi mendorong mereka secara jeli memanfaatkan peluang yang ada, seperti memanfaatkan waktu di rumah untuk menghidrasi kulit saat Work From Home (WFH), bereksplorasi dengan riasan tren make up meskipun menggunakan masker, secara aktif mempelajari kandungan produk di tengah arus produk baru yang terus bermunculan, dan masih banyak yang lainnya.” tambah Chrisanti dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Digandrungi Muslimah, Ini 7 Produk Kecantikan Lokal Bersertifikat HalalSelain mengamati empat perubahan perilaku pelanggan, Chrisanti melihat bahwa implementasi WFH yang masih akan berlanjut di tahun depan diprediksi tetap berdampak signifikan terhadap tren pengguna pada 2022.
Berikut adalah empat perubahan perilaku pelanggan kecantikan yang dibagikan oleh Social Bella.
Ulasan produk sebelum membeli produk Di tengah ratusan brand kecantikan yang hadir di Indonesia ditambah kemudahan teknologi dan informasi, kini beauty enthusiast semakin mengandalkan ulasan pelanggan lainnya sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pembelian produk.
Platform review produk, bagian dari Social Bella, SOCO melihat lebih dari 90.000 dengan lebih dari 2,3 juta ulasan. Kemudahan ini juga mendorong peningkatan total ulasan yang diberikan oleh para pelanggan dimana meningkat sebesar 58% dibandingkan total ulasan di tahun 2020.
Pelanggan selektif pilih produk kecantikanSeiring dengan semakin maraknya industri kecantikan dengan berbagai inovasi produk, beauty enthusiast semakin mempunyai banyak pilihan dan selektif memilih produk untuk digunakan. Salah satu yang menjadi minat adalah produk yang mengandung bahan aktif atau active ingredients.
Akan tetapi, tidak semua konsumen memahami mengenai bahan aktif ini. Padahal kandungan produk menjadi poin pertimbangan penting bagi pelanggan untuk memilih produk kecantikan yang akan mereka gunakan agar lebih tepat dan efektif sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Brand lokal makin jadi incaran Pandemi dapat dikatakan menjadi momen penting yang semakin mendorong popularitas brand lokal. Sociolla mencatat adanya peningkatan ketertarikan para beauty enthusiasts yang sangat signifikan untuk
produk-produk seperti primer (80%), concealer (50%) serta loose powder (60%).
Selain itu, angka penjualan untuk produk-produk tersebut yang berasal dari brand lokal pun meningkat hingga 66% di tahun 2021. Sedangkan untuk produk skincare, ampoule, toner dan sunscreen menjadi produk yang paling diminati sepanjang tahun 2021.
Pelanggan rindu belanja offlineDengan adaptasi pandemi yang terus berjalan, Sociolla melihat kedepan integrasi layanan online dan offline akan menjadi jawaban akan kebutuhan para pelanggan kecantikan. Pelanggan sudah mulai berkegiatan secara normal namun dengan protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga: Konsultasi ke Dokter, Pilihan Bijak Sebelum Beli Produk KecantikanKonsep omnichannel yang diterapkan di Sociolla Store akan menjadi masa depan untuk industri kecantikan di Indonesia. Dengan konsep ini, pelanggan tetap bisa menikmati kemudahan berbelanja offline di toko dengan memanfaatkan integrasi layanan online dengan memanfaatkan aplikasi SOCO.
Kegiatan berbelanja offline dengan produk diantarkan secara online, maupun sebaliknya dengan berbelanja online dengan pengambilan produk offline di toko terdekat adalah era baru bagi industri kecantikan ke depan.
(est)