Langit7, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) berkolaborasi dengan Kementerian UMKM dan
Startup Republik Korea (
Ministry of SMEs and Startups Republic of Korea).
Kolaborasi itu melahirkan
startup yang berorientasi pada bisnis hijau (
green economy), guna mendukung
Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kita tahu, Korea maju dalam hal teknologi, dan Indonesia tidak hanya merupakan pasar yang besar, tapi juga memiliki sumber daya dan banyak anak muda potensial dengan ide kreatif yang luar biasa,” ujar Menkop UKM Teten Masduki di acara Temu Wicara Pemenang Kompetisi Wirausaha Inovatif 2021, Jakarta, (27/12).
Baca juga: Outlook 2022, Teten : KemenKopUKM Fokus Redesign Struktur EkonomiTeten menyebutkan, kolaborasi tersebut bakal membuat Indonesia mampu menyiapkan masa depan UMKM yang punya daya saing. Sehingga dapat meningkatkan capaian persentase kewirausahaan.
Menurutnya, di era industri 4.0 dibutuhkan kolaborasi. Di mana pemerintah tidak lagi bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi demi kebangkitan dan pemulihan ekonomi.
"Dinamika perekonomian dunia sangat cepat, memaksa para pelaku usaha untuk berpikir kreatif dan menangkap semua ini sebagai peluang untuk berinovasi," ujarnya.
Baca juga: Indonesia Fokus Kembangkan Potensi Ekonomi SyariahUntuk itu, pihaknya saat ini berfokus dalam peningkatan jumlah pelaku usaha skala kecil dan menengah guna memperkuat struktur ekonomi. Dibutuhkan pertumbuhan wirausaha berbasis inovasi (
innovation-driven enterprises) sehingga menjadi UKM unggul dan berkelanjutan (
high-growth enterprises).
Kerja sama Indonesia-Korea itu juga menjadi salah satu upaya dalam mendorong para pelaku usaha untuk meningkatan kesadaran akan bisnis hijau. Sehingga dapat mendukung SDGs dengan prinsip usaha yang menerapkan dimensi
people, profit dan
planet.
“
Startup juga diharapkan dapat menjadi
enabler dan
aggregator bagi pelaku usaha mikro, sehingga mampu menjadi jembatan bagi usaha mikro untuk dapat naik kelas,” ujarnya.
Di waktu yang sama, Sekretaris Jenderal
ASEM-Eco-Innovation Center (ASEIC), Cho Choong-lai mengatakan, pilot project kerjasama antara kedua pemerintah bertujuan untuk melahirkan
Green Business Center (GBC).
"Perusahaan rintisan perlu membawa dunia menuju pemulihan, dengan menggunakan metode digital yang sesuai dengan slogan SDGs '
No one leave behind'," tambahnya.
Baca juga: Ini Program KNEKS Wujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah DuniaCho Choong-lai berharap kesempatan ini dijadikan sebagai batu loncatan bagi
Unicorn untuk menjadi perusahaan
Decacorn di masa depan.
(zul)