Langit7, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) tetap fokus menjalankan program-program yang mampu mendongkrak skala ekonomi UMKM. Semangat itu diambil berdasarkan refleksi perjalanan program Kementerian Koperasi dan UKM dan harapan melihat masa depan di tahun 2022.
"Sejak saya dipercaya menjadi Menteri di KemenKopUKM, saya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk me-redesign kebijakan untuk pengembangan UMKM, mengubah struktur ekonomi kita yang berpuluh-puluh tahun didominasi oleh sektor mikro," ujar Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, seperti dilansir dari laman resmi KemenkopUKM, Senin (27/12).
Baca juga: Indonesia Fokus Kembangkan Potensi Ekonomi SyariahKebijakan di KemenKopUKM yang sekarang ini, jelas Teten tak bisa meneruskan kebijakan-kebijakan lama, yang tak mampu mengubah struktur ekonomi. Pasalnya sejak krisis 1998, 2008 dan saat ini krisis akibat pandemi, sektor ekonomi mikro yang masih mendominasi usaha.
"Memang sekitar 97 persen penyerapan tenaga kerja itu didominasi UMKM, namun UMKM nya masih level mikro, di mana sistem ekonominya unstable tingkat rumah tangga. Untuk itu, sektor ini perlu kita naikkan, jangan jadi mikro terus," ungkap Menteri Teten.
Diakuinya, saat ini
mindset UMKM mulai sedikit berubah. Jika dahulu hanya berkutat pada usaha yang itu-itu saja. Sekarang UMKM mulai mengubah sedikit demi sedikit konsep usaha dengan berbagai inovasi.
"Jadi kesadaran untuk naik kelas ini sudah mulai timbul," yakin Teten.
Baca juga: Ini Program KNEKS Wujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah DuniaPemerintah sambung Teten, juga harus segera menyediakan lapangan kerja yang berkualitas. Upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan dari pemerintah. Untuk itu berbagai kolaborasi, inovasi usaha di level kecil, menengah hingga korporasi turut berkontribusi menyediakan lapangan kerja. Sehingga kelompok ekonomi kelas menengah semakin tumbuh.
Teten mengingatkan kepada jajarannya bahwa, KemenKopUKM ini mengurusi sekitar 99,9 persen pelaku usaha di Indonesia.
"Artinya keberadaan Kementerian Koperasi dan UKM ini sangat vital bagi ekonomi Indonesia. Nggak bisa kita ngurus kementerian dengan asal-asalan. Bagaimana kita bisa mengubah struktur ekonomi Tanah Air, kalau kitanya sendiri tak mengubah mindset, menyamakan persepsi dan berinovasi. Kementerian ini tidak bisa membuat program yang biasa-biasa saja," imbau Menteri Teten.
Tak hanya itu, MenKopUKM juga menyinggung soal anggaran negara yang diamanatkan kepada KemenKopUKM, untuk digunakan sebaik-baiknya. Ia meminta, anggaran kementerian jangan baru diserap jelang tutup tahun.
"Ini nggak boleh seperti ini terus. Belajar dari pengalaman tahun lalu, biasanya 3 bulan jelang akhir tahun baru sibuk menyerap anggaran. Saya minta semua perencanaan program dan tender-tender bisa diselesaikan sejak Desember ini, sehingga awal Januari kita bisa mulai lagi yang baru," pinta Teten.
Baca juga: Platform Urun Dana Bantu UMKM Perluas Ekspansi BisnisBukan tanpa sebab, karena menurut Menteri Teten, jika penyerapan anggaran secara cepat dan tepat waktu, ini akan berkontribusi juga pada ekonomi nasional. Di mana pertumbuhan ekonomi itu tumbuh, karena ditopang dari belanja negara. "Kita perlu menjaga kepercayaan market dengan mengelola anggaran secara baik," imbau Teten.
(zul)