LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan santriprenuer harus diarahkan dan disiapkan ke dalam sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas. Menurut Teten, Indonesia harus mengetahui keunggulan domestiknya.
"Karena itu santriprenuer ini juga, menurut saya, kita harus arahkan, kita siapkan para calon saudagar-saudagar yang bayar zakat itu nanti di sektor-sektor yang strategis,” kata Teten dalam keterangannya, dikutip Rabu (23/11/2022).
Menurut dia, Indonesia juga harus mempunyai sektor prioritas dengan mencari keunggulan produk domestik, sehingga sektor tersebut dapat ditawarkan kepada dunia. Tak lupa, Teten mencontohkan bagaimana Norwegia yang pendapatan negaranya berasal dari budidaya ikan salmon.
Baca Juga: Fishantren, Cara Berdayakan Santri Belajar Bisnis Perikanan"Kemudian bagaimana New Zealand mengedepankan produk domestik mencakup daging, susu, dan buah kiwi. Kita juga harus punya prioritas (sektor). Sekarang di seluruh dunia itu sedang mencari apa keunggulan domestiknya,” tuturnya.
Hal tersebut, kata Teten, mengingat Indonesia memiliki potensi yang besar di sektor kelautan dan sektor lain yang berbasis sumber daya alam. Di mana negara ini juga memiliki kekayaan dan keragaman budaya yang dapat menjadi sumber produk-produk berbasis kreativitas.
"Perlu adanya pendekatan inkubasi dalam menyiapkan wirausaha yang tangguh," ujarnya.
Dengan demikian, pihaknya mendorong penyiapan inkubator-inkubator di kampus dan pesantren. Teten menuturkan bahwa pendekatan ini penting untuk dilakukan, ketimbang melalui pendekatan seminar dan pelatihan.
“Untuk menyiapkan pengusaha yang tangguh ini memang harus pendekatannya inkubasi. Jadi (seperti) telornya dipilih dulu yang unggul dan vertilitasnya tinggi. Kemudian dierami, ditetaskan, dan dibesarkan,” jelas dia.
Lebih lanjut, Teten menyampaikan Indonesia juga perlu terus menambah jumlah wirausaha, karena rasio kewirausahaan nasional baru mencapai 3,47 persen. Dia mencontohkan, Singapura dengan jumlah penduduk kurang dari lima juta sudah mencapai rasio kewirausahaan sebesar 8,6 persen.
"Rata-rata negara maju memiliki rasio kewirausahaan sekitar 10-12 persen. Maka pemerintah Indonesia menargetkan kenaikan angka rasio kewirausahaan itu menjadi 3,95 persen pada 2024," ujarnya.
Oleh sebab itu, kata Teten, pemerintah juga sedang menyiapkan program untuk menambah jumlah wirausaha. Ia menambahkan bahwa target di tahun 2024 itu 3,95 persen. "Syukur-syukur bisa empat persen karena syarat menjadi negara maju itu minimum empat persen,” kata dia.
Baca Juga: Guru Bangsa Itu Telah Berpulang: Catatan Murid KH Aceng Zakaria(zhd)