Langit7, Jakarta - Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar, berpotensi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
Untuk itu, pemerintah masih terus berfokus menyiapkan berbagai program demi mewujudkan hal tersebut.
“Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memiliki potensi pasar yang besar, tapi tidak tergarap optimal. Padahal, itu bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Kepala Sekretariat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Wempi Saputra melalui keterangan tertulis.
Baca juga: Tren Meningkat, Potensi Bisnis Menjanjikan dari Frozen FoodDia menyayangkan eksportir besar produk halal di dunia yang justru berasal dari Brazil dan negara lainnya yang bahkan bukan negara mayoritas muslim.
Wempi mengatakan, ekonomi syariah memiliki nilai konsisten untuk pembangunan berkelanjutan (SDGs). Apalagi, dunia saat ini juga tengah berinisiatif pada pembangunan yang sifatnya SDGs.
"Hanya saja kembali lagi, perkembangannya belum tergarap optimal. Kondisi tersebut mendorong Indonesia untuk bisa mengoptimalkan peran dari kegiatan ekonomi syariah," jelasnya.
Baca juga: Penyedia Jasa Pengiriman Paket Besar Kini Lirik UMKM untuk Perluas PasarMelalui KNEKS, lanjut dia, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air menjadi suatu keniscayaan. Selain itu, dapat mengoptimalkan berbagai potensi yang ada melalui program yang tertuang dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (Meksi).
“Bukan hanya sekadar pilihan, tapi juga arus utama atau mainstream yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di ekonomi global. Dengan memanfaatkan populasi atau demand potential yang begitu besar di Indonesia maupun dunia,” tambahnya.
(zul)