LANGIT7.ID, Jakarta - Ummat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha dengan penuh kegembiraan. Di tengah ancaman Covid-19, shalat id digelar penuh kekhusyukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Sebanyak 500 umat Islam di Irlandia menggelar sajadah mereka di Corke Park, salah satu stadion terbesar di Eropa. Bertindak sebagai khatib dan imam Syekh Dr Umar Al-Qadri, ketua Dewan Perdamaian dan Integrasi Muslim Irlandia.
Stadion ini dapat menampung lebih dari 82.000 penonton dan merupakan markas Gaelic Athletic Association (GAA). Tempatnya yang luas membuat jamaah leluasa mengatur jarak sosial. Ini adalah tahun kedua berturut-turut shalat id diadakan di Croke Park, namun jumlahnya meningkat dari 200 orang yang hadir pada tahun 2020.
Komunitas muslim di Brimingham, Inggris juga melaksanakan shalat id di stadion. Sebanyak 400 jamaah hadir di lapangan kriket Edgbaston. Mengutip BBC, Penyelenggara Masjid dan Pusat Komunitas Green Lane (GLMCC) memutuskan untuk tidak mengadakan pertemuan seperti biasanya di Small Heath Park karena meningkatnya tingkat Covid-19.
Pada tahun-tahun sebelumnya, acara Rayakan Idul Fitri telah menarik lebih dari 140.000 orang ke taman. "Banyak Muslim adalah penggemar berat kriket sehingga menarik untuk datang ke lapangan kriket dan dapat berdoa di sini, itu sangat istimewa," kata salah satu penyelenggara Idul Adha, Sidra Awan.
Idul Adha menandai puncak dari ritual haji setiap tahunnya. Haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam, dan harus dilakukan oleh setiap Muslim yang mampu melakukannya. Idul Adha memperingati kisah Alquran tentang kesediaan Nabi Ibrahim dalam mengorbankan putranya, Ismail sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Beralih ke Amerika Serikat, Shalat Idul Adha digelar di Dar Al-Hijrah, Virginia. Puluhan komunitas muslim yang berada di Virginia berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan shalat id dari berbagai asal dan suku.
Shalat id di sana berjalan dengan normal, tidak ada jaga jarak meskipun sebagian jamaah tetap memilih mengenakan masker. Sedangkan di Wahington DC, komunitas muslim di sana menggabungkan perayaan kurban dengan karnaval pertanian pedesaan.
Lebih dari 800 Muslim Amerika menghadiri acara yang mengambil tema besar keluarga itu di Green Meadows Petting Farm di Ijamsville, Maryland. Agenda ini menjadi salah satu pertemuan yang lebih besar di seluruh negeri selama pandemic Covi-19. Acara ini memadukan perayaan Idul Adha, suasana karnaval dan konser dari grup Native Deen.
Berbeda dengan Washington, dua kota terbesar di Australia, Sydney dan Melbourne menerapkan lockdown dan sangat membatasi perayaan Idul Adha. Jihad Dib, seorang politisi pemerintah negara bagian New South Wales, mengatakan umat Islam di kota itu sedih tetapi memahami pemerintah menerapkan kebijakan “Di rumah saja”.
"Ini akan menjadi Idul Fitri pertama dalam hidup saya, saya tidak memeluk dan mencium ibu dan ayah saya," kata Dib kepada Australian Broadcasting Corp dikutip Aljazeera. Sedangkan, muslim Melbourne menghadapi Idul Adha kedua mereka dalam penguncian selama dua tahun belakangan ini.
(asf)