Langit7, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI UMKM Center di Provinsi Aceh. Peluncuran itu menjadi bentuk dukungan perbankan syariah, guna mengembangkan usaha rakyat yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, fasilitas dan layanan yang diberikan pihaknya itu bakal menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pelatihan, pembinaan, dan pembiayaan, sampai tahap proses pemasaran produk.
"Kami harap UMKM Center ini dapat membuat UMKM Aceh naik kelas. Tentunga melalui berbagai program pembinaan, agar pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnis secara modern, terdigitalisasi, dan siap memasuki pasar global,” kata Hery dalam keterangannya, Kamis (30/12).
Baca juga: Perkuat Ekonomi Syariah, BSI Luncurkan Digitalisasi Ekosistem MasjidKehadiran UMKM Center di Aceh merupakan bagian dari upaya BSI dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha. Sehingga, terbentuk suatu ekosistem UMKM Indonesia yang unggul dan berkualitas.
Dia menyebutkan, UMKM menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak krisis akibat pandemi Covid-19.
Seperti diketahui, kontribusi UMKM mencapai 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun. UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.
Di tingkat nasional sendiri, kata dia, jumlah pelaku UMKM mencapai 99 persen dari total usaha di Indonesia. Sementara di Banda Aceh terdapat kurang lebih 16.950 unit UMKM.
“Bayangkan jumlah UMKM yang ada di seluruh Aceh, digabung dengan potensi bantuan pengembangan dari BSI dan dampaknya untuk kemaslahatan masyarakat Aceh. Untuk itu, UMKM Center hadir sebagai salah satu bentuk dukungan BSI dalam pengembangan UMKM di Aceh,” ujarnya.
Baca juga: Kerjasama BSI dan Brantas Abipraya, Dorong Kepemilikian Rumah SyariahSebagai informasi, BSI telah menyalurkan pembiayaan untuk UMKM secara nasional hingga Rp38,3 triliun.
Adapun khusus untuk provinsi Aceh sendiri, penyaluran pembiayaan BSI untuk UMKM telah mencapai nilai Rp6,9 triliun.
“Alhamdulillah ini menjadi bukti nyata kehadiran BSI dapat membawa kemaslahatan di berbagai sektor. Salah satu tujuan kami memang memperkuat ketahanan ekonomi secara syariah, termasuk mendorong pertumbuhan UMKM sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional,” tambahnya
(zul)