Kesehatan Lemah, Yusuf Mansur Terima Donor Darah dari 4 Penghafal Qur'an
fajar adhityaRabu, 21 Juli 2021 - 19:47 WIB
Pendiri Pesantren Daarul Quran Yusuf Mansur. Foto: Instagram @yusufmansurnews
LANGIT7.ID, Jakarta - Yusuf Mansur mengabarkan kondisi kesehatannya yang sedang menurun. Kadar hemoglobin dalam tubunya sangat rendah, yakni lima gram sehingga membutuhkan transfusi darah.
Diketahui, Pendiri Pesantren Daarul Quran itu sedang menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto. Tidak hanya hemoglobin, eritrosit dan zat besi dalam tubuhnya juga berkurang drastis.
"Rendah sangat, tapi masih hidup, hehehe. Eritrosit rendah, zat besi juga rendah. Semua, Alhamdulillaah. Dibantu kawan-kawan pimpinan dan tim dokter RSPAD yang luar biasa. Pakai hati semua ini lagi proses transfusi darah (donor darah)," tulis Yusuf Mansur dikutip dari Instagram pribadinya, Rabu (21/7/2021).
Yusuf Mansur mengatakan, pihak rumah sakit menerima dan menyaring pendonor. Sebanyak 10 orang bersedia mendonorkan darahnya, tapi rumah sakit akan memilih empat yang paling ideal. Yusuf Mansur menyebutkan, semua pendonor para penghafal Alquran. Dia sangat bersyukur darah dalam tubuhnya akan menyatu dengan darah orang-orang salih.
"Semuanya penghafal-penghafal Qur'an terbaik kelas dunia. Di antaranya, Syeikh Baleid, Maroko," katanya.
Syeikh Beleid Hamidi adalah penulis mushaf dan kaligrafi Alquran asal Maroko. Musyrif sekaligus pengajar khot di Markaz Halqah Al Khairiyyah di Maidan Husain.
Belaid Hamidi adalah khattath Arab pertama yang mendapatkan tiga ijazah pada lima cabang utama seni kaligrafi. Dia terpilih mewakili Maroko dan sekitarnya untuk duduk dalam jajaran dewan juri pada Lomba Kaligrafi Internasional di Turki 2007 dan 2009 serta pada Lomba Kaligrafi Khot Magribi.
"Enggak nyangka, bila kemudian, kini, di Juli 2021, darahnya Syeikh Baleid, insya Allah menyatu dengan darah saya. Ini sungguh hikmah yang luar biasa, dari dropnya keadaan saya, akibat kurang darah sampai setengah," ucap dai yang terkenal dengan ceramah sedekahnya.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.