LANGIT7.ID, Jakarta - Perkembangan dunia electronic sport (esport) di Indonesia kian meningkat, banyak generasi muda menjadikan esport sebagai aktivitas yang digeluti hingga profesional. Tak heran, esport dijadikan sebagai peluang lapangan kerja baru dan berubah menjadi industri yang menjanjikan.
Hal itu dilakukan Vector60 Esport, salah satu tim esport Cirebon yang sebelumnya dikenal sebagai komunitas Cirebon Gaming. Sebuah komunitas yang mewadahi dan menaungi anak-anak pemain gim online di Cirebon dari para pemain Dota yang saat itu tengah booming.
Vector60 Esport kini berubah menjadi tim esport profesional di kabupaten Cirebon yang memiliki 14 pemain dari tiga divisi berbeda. "Kami berawal dari sebuah komunitas gaming yang bernama Cirebon gaming. Bermula dari para pemain Dota hingga berlanjut menjadi Vector60 Esport meliputi divisi Mobile Legends lima pemain, Free Fire lima pemain, dan Pubg ada empat pemain,” kata Direktur Utama Vector60 Esport, Teguh saat berkunjung ke kantor
Langit7, Senin (3/1/2022).
Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut Industri Gim Mampu Wujudkan Cita-Cita Indonesia Emas 2045Teguh melanjutkan, Vector60 Esport lahir 10 tahun lalu, digawangi Afran Amigo seorang pemain gim Dota. Kemudian di tahun 2017 peminat gim Dota menurun dan lanjut ke arah gim Mobile Legends serta berhasil meraih banyak prestasi dari berbagai turnamen yang diikuti baik
online maupun
offline.
“Jadi sebenarnya Cirebon Gaming sampai tahun ini sudah 12 tahun dengan memeroleh ribuan piala, dan piagam. Seiring waktu kami menyepakati untuk melakukan kerja sama untuk membentuk Vector60 Esport,” jelas Teguh.
Ia menjelaskan, Cirebon Gaming resmi berubah nama menjadi Vector60 Esport Indonesia yang dinaungi PT Vector Sixty Indonesia di bawah Uki Marzuki sebagai komisaris utama. Di tahun 2021, Vector60 Esport berhasil meraih hampir 120 piagam dan piala, baik
online maupun
offline untuk penghargaan di tingkat regional maupun nasional.
Baca Juga: Zahra Aisha, Pro Player yang Sempat Insecure Bergabung di Tim Esports“Ke depan, kami juga akan melaksanakan proyek pesantren digital yang menerapkan esport sebagai kurikulum dalam pembelajaran di pesantren. Kita mulai dari Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon,” ujar dia.
Teguh menambahkan, dalam modul kurikulum esport bagi peserta didik selain diasah dengan kemampuan personal, juga akan diberikan pengetahuan bagaimana bermain secara tim. Ini diharapkan meningkatkan kemampuan dan mengasah kerja sama tim.
“Jika nanti para santri memilih ekstrakulikuler esport, bukan hanya ke arah kemampuan personal, tetapi egois dengan timnya bisa jadi kalah dengan orang lain yang sabar dengan tim. Walau bakatnya biasa saja, intinya kekompakan, dan keahlian dalam tim yang akan kami berikan,” tuturnya.
Baca Juga: Cara Gim Lokal Bisa Bersaing dengan Produk Global versi Peneliti INDEFBaca Juga: Ridha Audrey: Esport Indonesia Sudah Semakin Maju(zhd)