LANGIT7.ID - , Jakarta - Perkembangan dunia esports di Indonesia terbilang cukup pesat di dunia. Bahkan, sejak 2018 lalu, sudah banyak tim-tim dari Indonesia meramaikan turnamen di kancah internasional, diantaranya pernah menjadi juara 1 dan berhasil memboyong hadiah ratusan ribu dollar AS.
Pemerintah pun melihat ini sebagai sebuah peluang yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sudah mengakui secara resmi cabang olahraga elektronik ini pada tahun 2018. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga menyajikan beberapa turnamen, seperti Piala Menpora Esport dan Piala Presiden Esport.
Baca juga: Umat Islam Harus Berperan Aktif dalam Industri e-SportMeski begitu, melesatnya esport di Indonesia terbilang masih lambat dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Beberapa faktor didalamnya turut mempengaruhi lambatnya perkembangan esports di Tanah Air.
"Banyak orang masih menganggap gim bukan profesi, padahal industri tumbuh jika tidak ada kesenjangan dalam golongan. Untuk generasi sekarang, menjadi gamer merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan," ujar Ridha Audrey, salah satu pegiat esport wanita asal Indonesia dalam webinar bertajuk "Membidik Industri e-Sports di Indonesia" yang diadakan Langit7, Selasa (30/11).
Menurut Audrey, sapaan akrabnya, kesadaran masyarakat masih kurang dan tidak menyadari bahwa gim ini bisa menghasilkan jutaan bahkan miliaran rupiah. Ia mencontohkan dengan kompetisi gim Dota 2 di luar negeri yang memberikan hadiah mencapai 34 juta dollar AS atau setara Rp400 miliar.
"Itu fantastis banget kan. Atau jadi streamer gim bisa menghasilkan ratusan juta per bulan dari platform streaming, belum termasuk sponsor brand, influencer, content creator gaming. Dengan kita dapat uang dari asing maka kita juga turut menyumbang pemasukan kepada negara," kata Audrey.
Audrey menjelaskan bahwa gim tidak melulu soal permainan, tapi juga memberikan lapangan pekerjaan. Menurutnya, industri gim di Indonesia sudah sangat terbentuk dengan penghasilan dan strata yang baik.
"Kebanyakan anak sekarang kalo ditanyain 'main gim terus mau jadi apa?' pasti jawabannya beragam, ada yang mau jadi youtuber, pro player, streamer, dan sebagainya.
Gim kini sudah sangat tumbuh dan peluangnya pun sangat besar di Indonesia. Menurut Audrey, bahkan industri ini sudah menciptakan lapangan kerja baru seperti manager, coach, desain grafis, marketing komunikasi, dan banyak lainnya.
Baca juga: Bisnis Menjanjikan, Stigma Gim di Masyarakat Perlu DiubahAudrey mengatakan kehadiran esport juga membuka peluang kita untuk menciptakan gim. Selain itu, gim juga memberikan peluang bisnis yang tak boleh dilewatkan.
"Peluang di dunia teknologi itu ikut maju karena kemajuan dunia gim. kalo kamu merasa kurang berbakat main gim tapi jago berbisnis, ini bisa menjadi peluang juga. Misalnya dengan menciptakan mouse, keyboard, atau lainnya yang bisa menunjang gamer," tuturnya.
(est)