LANGIT7.ID, Semarang - Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian Pasar Johar, setelah menyelesaikan pembangunannya di sisi utara, selatan dan tengah, dalam salah satu agenda kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Tengah.
Presiden Jokowi meminta agar Pasar Johar menjadi pasar yang bersih, rapi, tertata dan tidak jadi pasar yang kotor dan bau. Ia meminta agar para pedagang ikut menjaga kebersihan pasar, sehingga pasar menjadi ramai yang menandakan ada pergerakan ekonomi masyarakat dengan aktivitas transaksi jual beli.
“Mengembalikan kejayaan Pasar Johar masa lalu, dan sebagai landmark Kota Semarang,” kata Jokowi, Rabu (5/1/2022)
Setelah meresmikan Pasar Johar, Jokowi didampingi oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, menyusuri beberapa titik pasar tak kurang selama 30 menit.
Baca juga:
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 14 Hari hingga 17 JanuariHendrar Prihadi mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang memberikan perhatian terhadap Pasar Johar, yang sempat ludes akibat musibah kebakaran sehingga bisa terbangun kembali. Butuh biaya yang sangat besar untuk membangun kembali Johar.
“Pemkot Semarang mengalokasikan Rp157 miliar untuk penguatan struktur hingga pembangunan kawasan, termasuk alun-alun. Sementara pemerintah pusat mengalikasikan Rp146 miliar untuk pembangunan Pasar Johar utara dan tengah,” kata Hendi.
Sementara, Johar sisi selatan dibangun dengan dana Rp103 miliar, serta Rp20,3 miliar untuk Pasar Kanjengan agar menambah daya tampung pedagang.
Pasar Johar sisi utara memiliki luas 4.802 meter persegi dengan jumlah kios 51 dan los kering sebanyak 368 los. Pasar Johar memiliki luas bangunan 7.183 meter persegi dengan 102 kios, 503 los kering dan 109 los basah.
Baca juga:
RSUP Kariadi Terbakar, Pelayanan Tetap Berjalan NormalSementara Pasar Johar sisi selatan, memiliki luas bangunan 10.594 meter persegi dengan 126 kios, 542 los kering, dan 36 los basah. Adapun Pasar Kanjengan, memiliki luas bangunan 8.460 meter persegi dengan 205 kios dan 550 los kering.
Pembangunan kembali Pasar Johar ini dikonsep mengembalikan tata kota Semarang tempo dulu. Di mana, di dekat pasar terdapat alun-alun, di seberang Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) di Jalan Alun-alun. Sebelum Johar terbakar, tidak ada alun-alun di sana. Sementara, Pasar Kanjengan dulu merupakan perkantoran pemerintah kota, tapi saat ini menempati Jalan Pemuda.
Meski demikian, pembangunan kembali Pasar Johar tetap mempertahankan desain dari arsitektur Belanda Thomas Karsten, yang juga merancang Pasar Mugas di Jalan Kyai Saleh Semarang, dengan ciri khas atap dengan kolom kolom mirip cendawan.
(sof)