LANGIT7, Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali meskipun kasus Covid-19 mulai melandai. Selain itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan
vaksin booster atau vaksinasi ketiga.
Hal demikian disampaikan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto Konferensi Pers Hasil Ratas Evaluasi PPKM yang disaksikan secara daring. Airlangga mengatakan angka reproduksi kasus efektif rata-rata masih 0,98. Kemudian dari segi penanganan Covid-19 selueruh kabupaten dan kota berada pada level 1, namun sejumlah kab/kota memiliki respons yang berbeda terkait vakinasi yang masih di bawah 70 persen.
Baca Juga: Airlangga: Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Capai 2,3 Juta Dosis"Khusus di luar Jawa Bali akan ada perpanjangan walaupun situasinya juga terkendali akan diperpanjang 14 hari, yaitu tanggal 4 sampai dengan 17 Januari," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (3/1/2022).
"Kabupaten atau kota dengan
PPKM level 1 meningkat dari 191 menjadi 227 kabupaten atau kota, kemudian level 2 menurun dari 169 ke 148 kabupaten atau kota dan level 3 turun dari 26 menjadi 11 kabupaten/kota, di level 4, 0 kabupaten atau kota," ujarnya.
Airlangga mengatakan pemerintah juga sedang mempersiapkan vaksinasi ketiga. Nantinya akan ada revisi baik Peraturan Menteri Kesehatan maupun Peraturan Pemerintah.
Baca Juga: Booster Moderna dengan Vaksin Lengkap Sinovac Tingkatkan Antibodi Hingga 9,3 Kali"Ini yang sedang disiapkan dan ini diharapkan segera dimulai, nanti sampaikan oleh Menkes di tanggal 12," ujarnya.
Terkait Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di 2022, pemerintah kembali menganggarkan dana sebanyak Rp414 triliun. Hal tersebut dikarenakan PC PEN dalam dua tahun terakhir terbukti bisa menjadi bantalan terhadap perekonomian nasional, menjaga Koefisien Gini, tingkat pengangguran, serta menciptakan lapangan pekerjaan.
"Kita berharap di kuartal tempat pertumbuhan ekonomi bisa di 4,5-5 persen, secara
year on year adalah 3,7- 4 persen. Dengan demikian masuk di tahun 2022 kita bisa mendorong
front loading dari anggaran," ungkapnya.
Baca Juga:
Jokowi: Tak Ada Dispensasi Karantina bagi Warga dari Luar Negeri
Presiden Jokowi: Tren Penurunan Kasus Covid-19 Harus Dijaga(asf)