LANGIT7.ID, Jakarta - Berdasarkan rekapitulasi data LaporCovid-19 angka kematian pasien yang menjalani Isolasi mandiri (Isoman) mencapai 2.313 kasus.
Data tersebut didapat dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Sejak pertengahan Juni 2021 mereka menemukan 740 kasus kematian saat isoman. Sementara, penelusuran CISDI di 100 Puskesmas di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat menemukan 446 kasus.
"Data ini sempat tumpang tindih, jadi kami hanya ambil 417 kasus dari data CISDI yang telah kami verifikasi. Sedangkan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 1.161 kasus kematian saat isoman,” kata Said Fariz Hibban, Data Analyst LaporCovid-19 dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (22/7/2021).
Dari 16 provinsi dan 78 kabupaten kota yang terlacak, digabung dengan keseluruhan data yang dihimpun, kematian saat isoman paling banyak ditemukan di DKI Jakarta.
"Sementara Kota dengan kematian saat isoman terbanyak adalah Jakarta Timur dengan 403 kasus, dan Kabupatennya adalah Klaten dengan 99 kasus," katanya.
Kendati demikian, Hibban tak memungkiri ini belum bisa disebut data sebenarnya. Alasannya kemungkinan masih banyak kasus lain yang belum ditemukan karena keterbatasan data dan sumber daya.
Said juga menambahkan jumlah tersebut juga menunjukkan data asli saat ini karena tidak semua orang melaporkannya ke LaporCovid-19, media sosial, atau diberitakan media massa.
"Bukan berarti ini angka yang sebenarnya tentu akan ada banyak lagi yang belum kami temukan mungkin di provinsi lain," ujarnya.
"Kami mengkhawatirkan ini merupakan fenomena puncak gunung es dan harus segera diantisipasi untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa di luar fasilitas kesehatan," katanya.
Dosen epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Niko menyarankan bagi yang Isoman menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Baik konsultasi melalui telepon maupun secara daring untuk mendapatkan obat tambahan dari resep yang tepat dari dokter.
“Dokter akan menyarankan pengobatan dan obat apa yang harus digunakan selama isoman,” katanya,” katanya.
Senada dengan Tri, anggota IDI Dokter Kemas Abdurrohim Mars mengatakan bahwa sebelum Isoman, pasien sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
“Mereka akan menyarankan pengobatan dan obat apa yang harus digunakan selama isoman. Banyak mereka yang tidak melakukan itu, lalu kondisi tiba-tiba memburuk, itu yang ditakutkan,” katanya.
(arp)