Melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan sunnah yang dianjurkan, dengan maksud untuk memperoleh kebaikan dan mencari Lailatul qadar.
Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan, Allah mensifati malam ini dengan keberkahan, karena Dia menurunkan kepada hamba-hamba-Nya berbagai berkah, kebaikan dan pahala pada malam yang mulia ini.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menyebut, semua umat Islam berpotensi mendapatkan lailatul qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Setiap Muslim dianjurkan untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Lailatul Qadar Ramadan 2025 diperkirakan akan jatuh pada hari Ahad, 23 Maret 2025 atau malam ke-23 Ramadan 1446 H. Ini jika mengacu hitungan Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam Ianatut Thalibin juz 2.
Apalagi jika keseharian amalnya sudah seperti orang-orang yang mengharapkan lailatul qadar, kemudian diperlengkap dengan tempat yang sudah jelas kemuliannya, maka amalnya akan bertambah luar biasa.
Barang siapa beribadah pada setiap malam dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, karena keimanan dan keikhlasan maka ia pasti mendapatkan Lailatul Qadar sama saja apakah terjadi di awalnya, pertengahannya ataupun akhirnya.
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani cenderung mengatakan malam turunnya lailatul qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, tepatnya malam 27 Ramadhan. Sementara Imam Syafii berpendapat pada 21 Ramadan.
Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah Malam Lailatul Qadar, malam penuh berkah dan kemuliaan.Pada malam ini, umat Islam meyakini bahwa Allah SWT menurunkan wahyu-Nya
Pada malam Lailatul Qadar para malaikat menemui orang yang mempersiapkan diri menyambutnya berarti bahwa ia akan selalu disertai oleh malaikat sehingga jiwanya selalu terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan.
Kalau dilihat pemakaian Al-Quran tentang hal-hal yang menjadi objek pertanyaan, maka kesemuanya adalah hal-hal yang sangat hebat dan sulit dijangkau hakikatnya secara sempurna oleh akal pikiran manusia.
Quraish mengatakan bulan Ramadan memiliki sekian banyak keistimewaan. Salah satu di antaranya adalah Laylat Al-Qadr -- satu malam yang oleh Al-Quran dinamai lebih baik daripada seribu bulan.