Mahasiswa Indonesia, Hadi melaporkan para mahasiswa lintas negara telah berkumpul mengkhatamkan Quran sekaligus berbuka puasa bersama. Mereka sangat senang mengikuti program ini.
Ia merasa lebih dekat dengan Al-Qur'an yang membuatnya lebih tenang. Meskipun saat ini keberadaannya jauh dari keluarga, tapi dampak dari kedekatan bersama Al-Qur'an sangat bisa dirasakan.
Elya yang berdomisili di Koja, Jakarta Utara ini menyediakan makanan berbuka puas gratis selama 17 hari. Dikatakan Elya, ia ingin sekali menjadi pelayan Alquran sesuai arahan UBN.
Kunjungan UBN ini merupakan rangkaian safari dakwah Tabung Infaq ke Ponorogo. Ketika bertemu dengan Pemimpin Pesantren Gontor, KH Akrim Mariyat, UBN memberikan bingkisan kurma untuk para santri Gontor.
Pertemuan DKM se-Jakarta Timur ini diikuti Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) yang merupakan penggagas gerakan Khatam Quran. Kepada pengurus DKM yang hadir, UBN mengatakan soal rencana kegiatan Khatam Quran pada 17 Ramadhan 1443 Hijriah.
Dikatakan UBN, selama ini predikat Ramadhan sebagai bulan puasa begitu melekat di kalangan umat Islam. Padahal Ramadhan itu bulan Qur'an. Sementara Ramadhan sebagai bulan puasa adalah predikat kedua.
Dikatakan UBN, untuk keberhasilan program ini, secara teknis minimal seorang peserta harus membaca minimal dua juz Alquran per hari. Sehingga khatam dalam waktu 15 hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua perkumpulan alumni Madinah Islamic University, Ustaz Bachtiar Nasir akrab disapa UBN, menyerahkan plakat kepada Menteri Agama KSA Syeikh Abdul Lathif bin Abdul Azis Al Syeikh.
Salah satu substansi peringatan Isra Mi'raj adalah mengingatkan umat Islam bahwa Masjid Al-Aqsa kini masih terjajah. Kemerdekaannya tanggung jawab muslim.
Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki, Ustadz Asad Arasy, mengatakan, kedatangan UBN ke Sinjai merupakan kunjungan silaturahmi untuk melihat potensi-potensi dari rumah Tahfidz. Dia menyebut, rumah tahfidz di bawah arahan UBN sudah tersebar di Sulawesi.
Tahun ini, AQC memberangkatkan 15 santri pengabdian ke lima daerah, yakni Halmahera, Palu di Sulawesi Tengah, Lombok di Nusa Tenggara Barat, Kuningan di Jawa Barat, dan Lampung Sumatera Selatan.
Tahun Baru Hijriah 1443 kali ini bertepatan dengan momen bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan bahwa kedua momen tersebut merupakan dua hari besar umat Islam yang patut disyukuri dan disyiarkan.