Ramadhan telah berganti dengan Syawal, namun rahmat Ramadhan masih memberikan dampak besar bagi mereka yang berjuang membuktikan Ramadhannya menjadi sepanjang tahun. Di antaranya adalah lewat menggandengkan shiyam Ramadhan dengan shiyam enam hari di bulan Syawal.
Selepas Ramadhan, mereka sungguh-sungguh menjadi hamba Allah Swt yang berupaya komitmen dengan keimanan. Kemudian, selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an.
UBN kembali mengajak agar umat tak menyia-nyiakan momen akhir Ramadhan. Ia menyerukan agar umat meningkatkan ibadah dengan intensif berinteraksi degan Alquran.
Di bulan Ramadhan, terutama di penghujung bulan Ramadhan yang sebentar lagi kita akan ditinggalkan olehnya, saya mengajak muslimin dan muslimat untuk menjadi hamba Allah yang dekat di sisi Allah dengan kriteria-kriteria yang digambarkan dalam surat al-Anbiya 19 dan 20.
Terkait perbedaan waktu di setiap tempat atau negara, UBN menjelaskan malam ganjil dan genap merupakan persepsi setiap masyarakat, kapan memulai berpuasa. Misalnya di Indonesia, terjadi perbedaan awal Ramadhan.
Ibadah umrah pada bulan Ramadhan menjadi pilihan kaum muslimin di dunia. Itu sebabnya pada momen Ramadhan, khususnya masa itikaf, Masjidil Haram dipenuhi jemaah umrah dari berbagai dunia.
Rasa syukur tumbuh, karena tidak banyak orang yang berkesempatan umrah pada bulan Ramadhan. Mereka yang umrah pada bulan Ramadhan, terlebih pada masa itikaf adalah orang-orang yang dimampukan Allah subhanahu wa taala.
Rombongan umrah UBN ini berangkat ke Arab Saudi pada 19 April 2022 dan rencananya kembali ke Indonesia pada 5 Mei 2022. Jamaah terlihat khusyuk dan menikmati ibadah terakhir Ramadhan di Kota Suci Makkah.
Para ulama dan khatib hendaknya menyerukan kepada seluruh umat untuk mendukung warga Al-Quds dan Palestina yang datang ke Masjid Al-Aqsha dan di sekitarnya dengan berbagai macam dukungan.
Penyerangan tentara Israel pada bulan Ramadhan ini merupakan ujian kesabaran umat Islam dunia. Mereka ingin merusak ketenangan umat Islam saat beribadah puasa.
UBN mengingatkan, orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang membaca Al-Quran secara tartil, membaca dengan hati tenteram, dan menikmati dengan penuh keimanan.