LANGIT7.ID, Jakarta - Ibadah umrah pada bulan Ramadhan menjadi pilihan kaum muslimin di dunia. Itu sebabnya pada momen Ramadhan, khususnya masa itikaf, Masjidil Haram dipenuhi jemaah umrah dari berbagai dunia.
Pimpinan AQL Islamic Center Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) yang saat ini tengah melaksanakan umrah mengabarkan kondisi langsung dari Masjidil Haram, Senin (25/4/2022).
Saat melaporkan di program Munajat dari Tanah Suci yang ditayangkan di berbagai kanal media, UBN tengah melakukan tawaf sunnah di rooftop yang mengelilingi Ka'bah.
Baca Juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 125: Kabah sebagai Poros Kiblat Umat IslamDi lantai dasar, terlihat tumpukan jemaah yang tengah melakukan tawaf. Menurut UBN, pengelola Masjidil Haram hanya membolehkan tawaf di lantai dasar kepada jemaah lelaki yang berpakaian ihram. Sementara untuk jemaah perempuan dibebaskan. Ini karena sesaknya jamaah di bulan Ramadhan.
Tingginya animo umat Islam melaksanakan umrah pada bulan Ramadhan direspon UBN. Mereka yang berumrah pada bulan Ramadhan adalah untuk mengejar pahala haji, seperti yang dijelaskan pada Hadits Rasulullah riwayat Bukhari dan Muslim.
"Kata Rasulullah, 'Umrah pada bulan Ramadhan seperti pahala haji bersamaku'," kata UBN.
Mereka yang umrah pada bulan Ramadhan, untuk mengisi Ramadan dengan berlelah-lela dan berpayah-payah. "Kita lihat dari penjuru dunia hamba-hamba Allah mau berpenat penat, berlelah-lelah, mengeluarkan harta, dan meninggalkan keluarga," ujar UBN.
Baca Juga: Arab Saudi Izinkan Pengajuan Visa E-Umrah, Cek Cara DaftarnyaKemudian, kata UBN, mereka berlama-lama di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah di bait-Nya. "Apa yang mereka kerjakan di sini adalah bukan perkara yang ringan, bukan bermalas-malasan. Bukan menyia-nyiakan kesempatan besar yang sudah Allah berikan," kata UBN melanjutkan.
Umrah pada bulan Ramadhan ini memang lebih mahal biaya akomodasi dibanding pada bulan lain. Mereka mengorbankan hartanya untuk memenuhi panggilan Allah di Baitullah pada bulan Ramadhan.
"Sebelumnya mereka sudah mempersiapkan harta terbaiknya, mereka sudah mengumpulkan harta bahkan merelakan untuk berkorban untuk tidak mengeluarkan harta di jalan yang tidak tepat demi mencari Allah di rumah-Nya pada bulan Ramadan," jelas UBN.
Baca Juga: Tadabur Hari Keempat Iktikaf: Keajaiban Waktu dalam Al-QuranSemangat inilah, lanjut UBN, yang semestinya menjadi energi kita untuk menerima panggilan Allah.
"Kita sudah pernah dipanggil Allah di alam arwah untuk mengunjungi tempat ini. Anda hanya tinggal menjawab labbaik Allahumma labbaik," ujar dia.
Pada kesempatan ini, UBN mendoakan jemaah di Indonesia untuk bisa berumrah pada bulan Ramadhan tahun depan. "Siapa yang sudah berniat dan bertekad ingin melakukan umrah di Ramadan tahun depan mari mantapkan hati," imbuhnya.
Baca Juga: Korlantas Polri Uji Coba Penerapan Ganjil-Genap di Jalan Tol(zhd)