LANGIT7.ID, Makassar - Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), berkunjung ke Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki di Sinjai, Sulawesi-Selatan. Dalam kunjungan itu, ia menyampaikan pentingnya kehadiran penghafal Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Peradaban Islam dibangun berdasarkan literasi Al-Qur’an. Sebelum Al-Qur’an turun di Tanah Arab, masyarakat di daerah itu hidup di dalam kejahiliyahan. Berhala menjadi sesembahan, peluang perempuan hidup sangat sedikit, dan minuman memabukkan menjadi budaya.
Namun saat Al-Qur’an menyinari daerah tersebut, Tanah Arab melahirkan peradaban yang mampu meruntuhkan imperium Romawi dan Persia yang berjaya kala itu. Rasulullah SAW mendidik para sahabat berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an, demikian pula anak-anak mereka sehingga tumbuh generasi yang berahlak mulia.
Baca Juga: Upaya Rumah Tahfiz Pertahankan Kualitas Pembelajaran di Tengah Pandemi
Demikian pula di Indonesia. Nusantara mampu bangkit dari kolonialisme berkat kegigihan para ulama dan santri penghafal Al-Qur’an. Hingga pada akhirnya manusia Indonesia bisa merdeka dari segala bentuk penjajahan.
Nilai-nilai itu harus dipertahankan. Generasi tua harus menyediakan banyak wadah untuk mendidik anak-anak yang bakal menjadi pelanjut generasi masa depan. Salah satu contohnya pendirian rumah-rumah tahfidz.
“Kehadiran rumah tahfidz seperti Al-Furqan ini, sangat luar biasa. Luar biasa dan teruslah membangun keluarga-keluarga Al-Qur’an dari anak-anak kita,” kata UBN saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan santri cilik Al-Furqan Bongki, Senin (4/10/2021).
Para orang tua tak perlu khawatir dengan kecukupan rezeki bagi anak-anak mereka yang fokus memperdalam Al-Qur’an. Keyakinan kuat senantiasa Allah membersamai hamba-Nya sudah cukup untuk kehidupan duniawi mereka. Allah yang akan mencukupi segala kebutuhannya.
“Misalnya, siapa yang kasih makan anak saya kalau pergi belajar Al-Qur’an. Satu keyakinan bahwa Allah jamin anak kita kalau kita sudah merasa cukup bersama Allah, maka lepaskan, biar Allah yang mengatur semua,” tutur UBN.
Mendidik anak-anak untuk menjadi hafidz Al-Qur’an memang tidak mudah. Namun harus dilakukan demi cita-cita peradaban Islam yang dibangun di atas nilai-nilai Qur’an. “Anak-anak inilah yang nantinya akan menumbuhkan Islam, mengawal Islam,” kata UBN.
Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki, Ustadz As’ad Arasy, mengatakan, kedatangan UBN ke Sinjai merupakan kunjungan silaturahmi untuk melihat potensi-potensi dari rumah Tahfidz. Dia menyebut, rumah tahfidz di bawah arahan UBN sudah tersebar di Sulawesi.
“Salah satunya Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki,” ucap As’ad Arasy. Dia menyebut Al-Furqan Bongki menjadi representasi dakwah UBN di Sinjai. “Di mana program-program dakwah akan kita jalankan di Sinjai melalui RTQ (Rumah Tadabbur Qur’an) akan dibangun di kabupaten Sinjai,” ucap dia.
(jqf)