LANGIT7.ID-, Jakarta- - Memiliki keturunan merupakan dambaan bagi setiap pasangan
suami istri. Apalagi jika usia pernikahan sudah belasan tahun, tentu sangat mendamba dikaruniai anak. Al-Qur'an sudah memaparkan solusi bagi pasangan yang ingin memiliki anak.
Pimpinan AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), meminta kepada pasangan yang mengharapkan keturunan agar meningkatkan takwa. Dia mencontohkan Nabi Zakaria AS bertakwa dan bertawakal kepada Allah saat menginginkan keturunan.
Doa Nabi Zakaria AS bisa dibaca oleh pasangan yang mendambakan keturunan. Doa tersebut bisa ditemukan dalam Surah Ali Imran dan Surah Al-Anbiya'.
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata,
“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS Ali Imran: 38)
وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ
"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." (QS Al-Anbiya': 89).
Baca juga:
Gus Kautsar: Tidak Ada Istilah Galau dalam IslamNabi Zakaria terus berdoa dan tawakkal, sampai Allah SWT mengaruniakan kepadanya seorang keturunan. “Kemudian pada akhirnya ketika sedang shalat di mihrabnya, malaikat pun mengabarkan bahwa dia, Nabi Zakaria hendak diberi keturunan bernama Yahya,” ujar UBN dalam Kuliah Semangat Pagi, dikutip Selasa (8/8/2023).
Menurut UBN, segala persoalan hidup seperti kesembuhan penyakit, rezeki, jodoh, maupun keturunan, maka mulailah dulu semuanya dengan cara takwa. Takwa merupakan solusi paling ampuh terhadap semua persoalan manusia.
“Adapun cara-cara teknis, itu harus mengikuti takwa. Jangan didahulukan persoalan teknis. Sebab nanti bisa melenceng biasanya. Apalagi kalau kurang iman, nanti dapat bisikan ini, bisikan itu sehingga kehilangan tauhidnya,” ungkap UBN.
Secara umum, kata UBN, orang-orang yang lama tidak memiliki keturunan justru biasanya diberikan setelah tidak lagi mengebu-gebu, pasrah. Artinya, ketika mampu mengontrol emosinya, mengontrol keinginannya, sehingga rahimnya kemudian dalam kondisi siap.
“Berbicara kondisi rahim siap ini, memang sangat membutuhkan rahmat Allah. Ketenangan, tidak grasa grusu, tawakal, tidak usah sedih, gimana kalau sudah tua, takut nanti suami begini,” kata UBN.
Setelah takwa dikuatkan, maka baru berikhtiar secara teknis. “Berobat ke sana, berobat ke sini. Makan ini, terapi itu. Sampai kepada ruqyah tadi. Itu yang paling penting,” ujar UBN.
UBN kembali mengingatkan bahwa rahim dan misteri kelahiran anak ini adalah hak Allah SWT. “Kalau sudah waktunya untuk memberi, Allah pasti mengarahkan ikhtiarnya kemana,” kata UBN menguatkan.

(ori)