Head mendominasi peralatan para petenis top dunia dengan lima pemain menggunakan raketnya, termasuk Jannik Sinner yang menjadi peringkat 1 ATP. Wilson, Babolat, Tecnifibre, dan Yonex berbagi sisanya. Persaingan merek raket tenis ini mencerminkan dinamika kompetitif di level tertinggi tenis profesional.
Jannik Sinner dan Aryna Sabalenka mendominasi tenis dunia 2024 dengan dua gelar Grand Slam. Carlos Alcaraz mencatat sejarah dengan Channel Slam, sementara Djokovic meraih emas Olimpiade. Petenis Italia berjaya dengan prestasi Sinner, Paolini, dan comeback mengesankan Berrettini ke 40 besar dunia.
Mantan pelatih Serena Williams, Rick Macci, membela Jannik Sinner dalam kasus doping yang menghebohkan dunia tenis. Meski positif menggunakan clostebol, Sinner tetap tampil gemilang dengan sembilan gelar di 2024. WADA mengajukan banding atas pembebasan ITIA, yang bisa mengancam karier petenis nomor 1 dunia tersebut.
Australia Open 2025 menghadirkan kejutan spesial dengan pertandingan amal yang menampilkan Jannik Sinner, sang juara bertahan, bersama legenda Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz. Event di Rod Laver Arena ini mendukung Australian Tennis Foundation, mengawali Grand Slam pertama 2025 yang dimulai 12 Januari.
Dominasi tenis dunia 2024 ditunjukkan oleh trio Sinner, Zverev, dan Alcaraz dengan poin yang jauh mengungguli peringkat ATP lainnya. Sinner memimpin dengan 11.830 poin sebagai peringkat 1 dunia, diikuti Zverev (7.915) dan Alcaraz (7.010), menciptakan kesenjangan signifikan dengan Fritz dan Medvedev yang hanya mengumpulkan sekitar 5.000 poin.
Jannik Sinner mengukir sejarah baru bagi Italia dengan memenangkan Davis Cup 2024. Petenis nomor 1 dunia ini memimpin timnya mengalahkan Belanda 2-0 di final. Prestasi ini menjadikan Italia juara bertahan dua kali berturut-turut, sekaligus melengkapi kesuksesan tim putri yang menjuarai Piala Billie Jean King.
Jannik Sinner mendominasi tenis 2024 dengan pendapatan fantastis Rp 256 miliar dari ATP Tour. Petenis Italia ini memenangkan 8 gelar termasuk Australia Open dan US Open. Prestasi spektakuler Sinner mencatatkan rekor 70-6, mengalahkan pendapatan Carlos Alcaraz yang meraih Rp 156,8 miliar tahun ini.
Jannik Sinner mencatatkan sejarah di ATP Finals Turin 2023 dengan meraih hadiah terbesar senilai Rp 78 miliar. Prestasi ini mengantarkannya masuk jajaran 10 petenis dengan penghasilan tertinggi sepanjang masa. Di usia 23 tahun, Sinner menjadi inspirasi generasi muda tenis dunia.
Jannik Sinner mencatatkan sejarah sebagai petenis Italia pertama yang menjuarai Nitto ATP Finals 2024. Mengalahkan Taylor Fritz dengan skor telak 6-4, 6-4, Sinner mengukir prestasi langka seperti Roger Federer dan Novak Djokovic dengan meraih triple crown: Australian Open, US Open, dan ATP Finals.
Jannik Sinner melaju ke final ATP Finals Turin 2024 setelah menang telak atas Casper Ruud 6-1, 6-2. Petenis Italia ini tampil dominan di kandang sendiri tanpa kehilangan satu set pun. Di semifinal lain, Taylor Fritz mengalahkan Alexander Zverev dalam pertaringan sengit tiga set 6-3, 3-6, 7-6.
Jannik Sinner, petenis nomor 1 dunia, mencatatkan kemenangan mengagumkan di Final ATP Nitto 2024 dengan mengalahkan Daniil Medvedev. Penampilan dominan Sinner di kandang sendiri membuktikan peningkatan drastisnya tahun ini, sekaligus mengamankan tiket semifinal bagi Taylor Fritz setelah pertandingan selama 73 menit.
Jannik Sinner membuktikan dominasinya di ATP Finals Turin dengan kemenangan meyakinkan 6-4, 6-4 atas Taylor Fritz. Petenis nomor 1 dunia asal Italia ini tampil memukau di hadapan pendukung tuan rumah, menunjukkan permainan agresif dan servis yang solid untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan di babak round robin.
Taylor Fritz mengalahkan Daniil Medvedev dalam pertandingan ATP Finals di Turin. Medvedev frustasi hingga menghancurkan raket dan mendapat penalti. Sementara itu, Jannik Sinner memenangkan pertandingan melawan Alex de Minaur dengan dukungan penuh fans tuan rumah Italia yang berpakaian oranye.