Krisis kemanusiaan di Gaza mencapai titik kritis, dengan pengusiran massal dan penutupan fasilitas kesehatan vital di Deir al-Balah. Kelompok Palestina menyerukan tindakan internasional segera, menggambarkan situasi sebagai genosida modern. PBB dan organisasi bantuan memperingatkan dampak serius terhadap 250.000 warga. Akses ke air bersih dan layanan medis terancam, menimbulkan kekhawatiran global akan bencana kemanusiaan yang lebih besar.
Perundingan gencatan senjata Gaza di Kairo mengalami kebuntuan. Hamas dan Israel menolak kompromi mediator, termasuk isu Koridor Philadelphi dan pembebasan tahanan. Kedua pihak tetap berpegang pada tuntutan masing-masing. Prospek perdamaian semakin jauh, sementara krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Masyarakat internasional mendesak solusi segera untuk mengakhiri konflik berkepanjangan ini.
Hamas mengecam pernyataan Presiden Biden yang menuduh mereka mundur dari kesepakatan gencatan senjata. Mereka menyebut ini sebagai lampu hijau bagi Israel untuk melanjutkan perang. Hamas berkomitmen pada kerangka gencatan senjata sebelumnya dan mendesak AS untuk bersikap adil.
Blinken bertarung melawan waktu untuk damaikan Gaza. Desak Hamas terima proposal AS, tapi masih banyak area sengit. Perang Gaza telah tewaskan puluhan ribu, hancurkan kehidupan. Nasib warga Gaza kini di tangan Blinken, al-Sisi, Netanyahu. Akankah mereka akhiri konflik berdarah ini? Kesempatan terakhir untuk perdamaian.