Pentagon mengungkap biaya operasi militer Amerika Serikat di Iran mencapai US37,5 miliar atau sekitar Rp610 triliun. Angka tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam sidang Senat AS.
Kebocoran dokumen rahasia Pentagon tentang rencana serangan balasan Israel ke Iran menimbulkan kekhawatiran serius. Presiden Biden memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Dokumen tersebut mengungkap detail persiapan militer Israel pasca serangan Iran, termasuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Situasi ini berpotensi meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat seiring desakan AS kepada Israel untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza. Ancaman pembatasan bantuan militer menjadi kartu AS untuk menekan Israel. Sementara itu, penempatan sistem pertahanan THAAD menunjukkan komitmen AS terhadap keamanan Israel di tengah eskalasi konflik regional. Situasi ini mencerminkan kompleksitas hubungan AS-Israel dan tantangan dalam mengelola krisis kemanusiaan di tengah kepentingan keamanan.
Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas seiring ancaman konflik Israel-Lebanon. AS memperingatkan dampak menghancurkan jika terjadi eskalasi. Pentagon menekankan pentingnya diplomasi dan gencatan senjata di Gaza. Sementara itu, serangan lintas batas terus berlanjut. Situasi ini berpotensi memicu krisis regional yang lebih luas jika tidak segera diatasi melalui jalur diplomatik.